BATANG–Fenomena penuh warna dan dinamika menarik dalam Debat Terbuka Pilgub DKI Jakarta, ternyata tak menular ke Batang. Justru suasana adem ayem sangat terasa dalam Debat Terbuka Putaran II Calon Bupati dan Wakil Bupati Batang 2017, di Gedung Korpri, Batang, Minggu malam (15/1) kemarin.

Acara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang tersebut diikuti empat pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Batang. Adalah pasangan calon nomor urut 1 Wihaji-Suyono yang diusung Partai Golkar-PPP, pasangan nomor urut 2 Lafran Pancaputranto-Nur Haji Slamet Urip yang diusung PDIP, pasangan nomor urut 3 AS Burhan-Acara Ariani yang diusung PKB-Nasdem serta pasangan nomor urut 4 Akhmad Faizin-Erna Yuniwati yang diusung Partai Demokrat, PKS dan PAN.

Suasana Debat Terbuka Putaran II bertajuk “Memperkokoh Peran Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Menyelesaikan Pembangunan Daerah Dengan Nasional Dalam Bingkai NKRI” tersebut berjalan lancar. Masing-masing kandidat, pada segmen pertama, menyampaikan visi-misi mereka dan menyampaikan latar belakang terkait dengan tema yang diusung. Telaah yang disampaikan oleh masing-masing paslon nyaris senada. Mereka saling beradu ide untuk memajukan Batang pada 5 tahun ke depan.

Debat yang dipandu oleh Fitriah, mantan Ketua KPU Jateng yang bertindak sebagai moderator tersebut makin menarik ketika melempar materi pertanyaan tentang penanggulangan penyakit sosial di masyarakat dan bahaya narkoba. Keempat paslon menjawab dengan memaparkan berbagai konsep strategi penanggulangan yang bermuara sama.

Yakni memberantas penyakit sosial (prostitusi) yang dapat memicu peningkatan angka prevalensi HIV dan menjadikan Kabupaten Batang bersih dari narkoba. Sejak awal debat dimulai hingga rampung, suasana berjalan lancar. Tidak terjadi hal yang memicu ketegangan antar paslon.

Ketua KPU Kabupaten Batang, Adi Pranoto, berharap agar debat terbuka antar paslon, dapat menjadi pertimbangan bagi calon pemilih untuk menentukan pilihannya dalam Pilkada 15 Pebruari 2017 yang akan datang. “Kami harap agar debat terbuka antar paslon, dapat jadi masukan bagi para pemilih dalam menentukan pilihannya,” ujarnya.

Pasangan Wihaji-Suyono mengatakan bakal bekerja keras mensejahterakan warga, mereka akan bekerjasama dengan birokrasi sebagai pelaksanaan tata kelola pemerintahan dan DPRD sebagai mitra serta partisipasi rakyat Batang. “Kami juga akan minta bimbingan kepada ulama sebagai penjaga moral,” tukas H Wihaji.

Sedangkan Paslon Lafran–Urip berkomitmen mewujudkan pembangunan Batang yang berkarakter gotong royong, musyawarah dan partisipatif yang melibatkan masyarakat. “Juga transparan dalam pengelolaan keuangan daerah, mulai dari pengangaran, proses pengadaan lelang dan transparan out putnya,” jelas dr Lafran.

Paslon Burhan-Acara mengatakan akan membuka lapangan kerja dan mengolah komoditas pertanian untuk mengembangkan desa. “Selain itu, pengembangan potensi wisata unik alam yang ada di Kabupaten Batang,” kata Burhan.

Disusul Paslon Faizin-Erna mengajak pemilih tidak terpengaruh tekanan dan janji-janji. “Kami akan membawa perubahan bagi Kabupaten Batang menjadi daerah yang maju dan bermartabat,” pungkas Faizin. (mg20/ida)