BATANG–Pemerintak Kabupaten (Pemkab) Batang segera mengefektifkan Tim Pengawasan Orang Asing (PORA). Seiring dengan pengerjaan proyek PLTU Batang, turut menarik minat para investor baik dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di wilayah Batang.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata SSos, mengatakan jika saat ini banyak proyek besar yang masuk ke Kabupaten Batang. Setelah sebelumnya, ada pabrik pakan ternak dari Korea yang berdiri di Kecamatan Gringsing. Selain itu, saat ini pembangunan PLTU juga sudah berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan banyak mendatangkan tenaga kerja asing. “Tenaga kerja asing sudah berdatangan di Batang. Untuk itu, Pemkab akan mengantisipasinya. Dan Januari ini, kami efektifkan Tim PORA,” ujar Agung.

Dijelaskan, Tim PORA leading sektornya oleh Imigrasi Pemalang. Namun akan tetap melibatkan gabungan SKPD Kabupaten Batang yang terkait, seperti Kesbangpol, Disdukcapil, Dinsosnakertrans dan lainnya. “Saat ini sebenarnya sudah ada belasan pekerja asing, nantinya akan tambah banyak. Karena PT BPI yang membangun PLTU Batang banyak melibatkan perusahaan asing,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinsosnakertrans, Sugiatmo SH membeberkan bahwa sedikitnya ada 97 perusahaan sub kontraktor di bawah PT BPI yang terlibat dalam pekerjaan PLTU Batang. Namun yang tercatat baru 33 tenaga asing, sehingga pihaknya minta agar perusahaan tersebut segera mendaftarkan tenaga kerja asingnya. “Dinsosnakertrans sudah menyampaikan tentang segala aturan ketenagakerjaan yang berlaku kepada perwakilan perusahaan sub kontraktor tersebut. Mereka janji akan memenuhi aturan dan taat pada hukum di Indonesia,” imbuhnya. (mg20/ida)