Izin Diberikan setelah Pedagang Patuh Aturan

314

PEDURUNGAN – Dinas Pedagangan Kota Semarang memberi batas waktu kepada pedagang Pasar Pedurungan, untuk menempati bangunan pasar pada Selasa (17/1) besok. Surat izin dagang akan diberikan tiga bulan setelah pedagang menempati bangunan pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, semua pedagang harus serius berdagang. Termasuk tidak boleh berdagang di areal selasar lantai satu Pasar Pedurungan. ”Semua pedagang harus masuk pasar dan menempati lapak yang telah disediakan berdasarkan pengundian,” kata Fajar saat sosialisasi dan tasyakuran pemindahan pedagang Pasar Pedurungan di Jalan Fatmawati Pedurungan Semarang, Minggu (15/1).

Dia memberi waktu kepada para pedagang untuk mempersiapkan pemindahan sendiri. Ia meminta, semuanya harus sudah beres sebelum diresmikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada Selasa (17/1) mendatang. ”Harus sudah tidak ada pedagang pancaan di depan pasar. Semua harus menempati los di lantai 2. Jika ada pedagang yang coba-coba berdagang di areal selasar, kami akan tindak tegas,” katanya.

Namun demikian, kata dia, selasar tersebut diperbolehkan berdagang mulai sore hari. Dijelaskan, lapak yang tersedia sebanyak 551 telah terisi penuh. ”Termasuk pedagang yang semula berada di lantai 1 dan tidak dapat tempat, sekarang telah mendapatkan tempat di lantai 2. Maka dari itu harus ditempati,” katanya.

Kendati begitu, pihaknya masih menunda pemberian izin berdagang bagi pedagang yang terdaftar. Pemberian perizinan akan dikeluarkan setelah pedagang aktif berdagang selama tiga bulan. ”Diperkirakan perizinan bisa keluar bulan April 2017 mendatang. Selama tiga bulan akan kami lakukan evaluasi berkelanjutan. Kepala pasar akan melakukan pengecekan. Jika selama satu bulan lapak kosong dan tidak digunakan untuk berdagang, maka kami akan langsung mengambil alih lapak tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, pedagang yang telah diundi dan mendapatkan lapak, tetapi tidak ditempati, menunjukkan bahwa pedagang tersebut tidak serius. ”Kami akan langsung ambil lapaknya, kemudian kami berikan kepada pedagang yang ingin serius berdagang,” bebernya.

Ketua Paguyuban Pedagang Jasa dan Pasar (PPJP) Pasar Pedurungan, Muslih mengatakan pihaknya setuju pedagang di Pasar Pedurungan dilakukan penataan. Ia juga menegaskan pedagang akan menaati aturan yang ditetapkan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. ”Saya juga setuju, agar pedagang tidak menempati selasar di lantai 1. Bagaimana pun ini untuk kebaikan bersama,” katanya.

Penataan pedagang pasar ini dimaksudkan agar kondisinya lebih maju. Baik penataan fisik lebih rapi dan bersih, maupun ke depan agar mampu menyedot pembeli untuk berkunjung ke pasar. Dampaknya membawa kemajuan dan mampu mendongkrak roda perekonomian. Maka pihaknya juga setuju, jika ada pedagang yang tidak serius, lapaknya disita oleh dinas perdagangan. Lapak akan diberikan kepada pedagang lain yang serius. ”Ini juga untuk menaikkan taraf ekonomi pedagang,” katanya. (amu/zal/ce1)