Ketua DPRD Kota Semarang (H Supriyadi, Ssos).
Ketua DPRD Kota Semarang (H Supriyadi, Ssos).

“setidaknya pemkot memiliki database atlet atau bibit unggul di setiap kecamatan, sehingga tidak perlu merekrut atlet dari luar daerah” Supriyadi Ketua DPRD Kota Semarang.

SEMARANG – Fasilitas olahraga di setiap kecamatan masih minim. Hal tersebut membuat pencarian bibit unggul maupun regenerasi atlet asal Kota Semarang sulit dilakukan. Oleh karena itu DPRD mendorong setiap kecamatan dibangun sarana dan fasilitas berbagai cabang olahraga.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi akan mendukung setiap anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan sarpras maupun fasilitas olahraga di setiap kecamatan. ”Dari hasil pantauan di berbagai wilayah, memang fasilitas olahraga masih minim. Kita dorong pemkot realisasikan program sport center di setiap kecamatan,” tegas Supriyadi saat membuka Kejuaraan Bulu Tangkis Penggaron Lor Cup, Sabtu (14/1) malam lalu.

Menurut legislator dari PDI Perjuangan itu, ketika fasilitas olahraga di setiap kecamatan lengkap, setidaknya pemkot memiliki database atlet atau bibit unggul di setiap kecamatan, sehingga tidak perlu merekrut atlet dari luar daerah. ”Saat ini fasilitas dan sarpras yang ada belum memadai. Seperti kejuaraan bulu tangkis ini masih menggunakan balai kelurahan. Ini belum sesuai standar nasional,” tandasnya. ”Harapan kami pemkot bisa menggali potensi-potensi atlet di Semarang dengan membangun infrastruktur yang memadai,” imbuhnya.

Sekretaris panitia pelaksana Turnamen Bulu Tangkis Penggaron Lor Cup, Safarudin, mengatakan, sebenarnya banyak warga yang berpotensi menjadi atlet. Namun mereka terbentur sarpras dan fasilitas penunjang. Ketika venue atau arena olahraga tidak memenuhi standar nasional, seperti penggunaan balai kelurahan, maka potensi tersebut tidak bisa berkembang optimal. ”Ketinggian balai kelurahan untuk pertandingan bulu tangkis itu sebernarnya tidak ideal, karena terlalu rendah. Potensi pun tidak bisa berkembang maksimal,” katanya.

Safarudin menambahkan, turnamen diselenggarakan selama 10 hari ke depan. Pesertanya 152 orang dari berbagai warga antar kecamatan. Dari kompetisi ini diharapkan dapat memunculkan bibit unggul bulu tangkis yang dapat mewakili Kota Semarang di ajang yang lebih tinggi. ”Harapan kami pemerintah bisa memandang ke bawah lagi. Bisa men-support warga berolahraga dengan layak,” harapnya. ”Kami optimis dengan komunitas yang kecil ini bisa memunculkan atlet-atlet yang bisa mewakili Kota Semarang di ajang lebih tinggi,” terangnya. (zal/ce1)