SEMARANG – Seorang oknum polisi anggota Polsek Semarang Timur ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng, Selasa (10/1) lalu. Oknum polisi bernama Bripda Teguh itu dibekuk di Jalan Veteran dengan barang bukti paket sabu.

Direktur Resnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Krisno Halumuan Siregar, tidak membantah adanya penangkapan terhadap oknum polisi tersebut. Namun demikian, Krisno enggan membeberkan detail kronologi penangkapan itu. ”Ini masih didalami dan dikembangkan,” kata Krisno kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, Bripda Teguh diketahui sudah tidak aktif melakukan kedinasan kurang lebih selama 1 tahun tanpa keterangan. Sebelum bertugas di Polsek Semarang Timur, Bripda Teguh menjadi anggota Unit Samapta Bhayangkara (Sabhara) yang bertugas di Polsek Gayamsari.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, juga mengakui adanya penangkapan tersebut. Namun demikian, Suwarna belum bisa memberikan keterangan secara lengkap terkait ditangkapnya anggota Polsek Semarang Timur itu.

”Ya, ditangkap dan ditangani di sana (Ditresnarkoba Polda Jateng). Itu ada dua sanksi yang dihadapi. Sanksi pertama pidananya masih diproses Ditresnarkoba Polda (Jateng). Nanti kan disidangkan di pengadilan umum (Pengadilan Negeri). Setelah itu inkrah, baru menjalani sidang proses disiplin di Polrestabes Semarang di Ankumnya,” kata Suwarna.

Ia juga mengakui Bripda Teguh, selain terjerat kasus narkoba, juga anggota Polri yang disersi. ”Iya selain narkoba, memang disersi,” ucapnya.

Kepala Si Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polrestabes Semarang Kompol I Ketut Raman mengaku akan menggelar sidang Komite Kode Etik Polri (KKEP) dalam waktu dekat terkait disersi terhadap Bripda Teguh.

”Sebetulnya sudah mau disidang soal disersinya. Tapi ini malah ketambahan kena narkoba. Tapi nanti akan digelar sidang internal dulu terkait disersinya, karena lebih duluan,” ujarnya.

Ketut menegaskan, Bripda Teguh bakal dikenai sanksi berat akibat pelanggaran yang dilakukannya. Sanksi berat tersebut bisa sampai pada Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat. Sekarang ini, kata dia, penanganan disersi sudah dalam tahap proses pemberkasan persiapan persidangan.

”Disersi satu bulan saja bisa PTDH, apalagi ini sampai satu tahun. Sekarang masih proses berkas untuk persiapan sidang. Kalau pidana narkoba sekarang ini masih ditangani aparat Polda Jateng,” tegasnya. (mha/aro/ce1)