KENDAL-Kabar penambahan kuota jamaah haji asal Indonesia sebesar 20 persen membuat para calon jamaah haji lega. Pasalnya, jika direalisasikan, para calon haji yang sudah mendaftar tidak perlu menunggu hingga belasan tahun untuk pemberangkatan ke tanah suci. Artinya antrean bisa maju atau lebih cepat.

Penambahan kuota 20 persen juga diapreasi warga Kendal. Terbukti pernyataan penambahan kuota haji Indonesia yang dilontarkan Presiden Jokowi itu langsung mendapatkan respon positif. Banyak warga sudah mendaftar mendatangi kantor Kemenag Kendal.

Mereka menanyakan terkait dengan informasi kuota haji Indonesia akan dikembalikan normal seratus persan atau tambah 20 persen. Salah satu calon haji, Slamet Audi, 45, warga Desa Margosari, Kecamatan Patebon mengaku ia sedikit lega. Sedianya ia akan berangkat tahun 2022 mendatang.

“Jumat saya ke kantor Kemenag Kendal untuk menanyakan apakah sudah terealisasi atau belum. Jika sudah, praktis saya berangkat lebih cepat, tidak perlu sampai tahun 2022,” katanya, Minggu (15/1) kemarin.

Hal Senada dikatakan Edi Prayitno, calon haji asal Kaliwugu.Sesuai jadwal ia dan istrinya akan berangkat 2022. “Saya berharap pemerintah betul-betul merealisasi tambahan kuota 20 persen, Sehingga kami tidak harus mengantre hingga belasan tahun,” kata Edi.

Edi mengaku sudah mendaftar haji pada 2012 lalu. Sesuai antrean ia harus mengantre paling cepat di 2022 atau 10 tahun. “Malah tetangga saya ada yang lebih lama, 15 tahun sekarang ini,” paparnya.

Sementara , Kepala Seksi Panitia Haji dan Umroh Kemenag Kendal, Sumari, menyambut gembira atas adanya kabar penambahan kuota haji sebesar 20 persen setara dengan 52.200 calon jamaah haji. Namun demikian, pihaknya belum berani menyampaikan pada para calon jamaah haji yang sudah mendaftar. Sebab secara resmi surat dari Kemenag belum ada.

“Sekalipun Presiden sudah mengumumkan secara lisan, namun secara tertulis Kemenag Pusat belum menerbitkan surat resmi. Sehingga kami belum berani, berapa penambahan kuota untuk Kendal,” jelas Sumari.

Berdasarkan daftar jamaah haji pada tahun 2017 ini, rencananya ada sekitar 800 orang calon jamah yang akan berangkat. Jika ditambah 20 persen, maka Kendal bisa memberangkatkan 900 orang jamaah haji. “Maka praktis, jamaah yang mendaftar haji yang sudah mendapat nomor antrean akan maju atau lebih cepat,” imbuhnya. (bud/ida)