EFEK NASIONAL : Kondisi jalan akan semakin buruk lantaran anggaran pemeliharaan jalan di tahun 2017 ini menurun drastis dari tahun sebelumnya. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG.COM)
EFEK NASIONAL : Kondisi jalan akan semakin buruk lantaran anggaran pemeliharaan jalan di tahun 2017 ini menurun drastis dari tahun sebelumnya. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG.COM)

UNGARAN–Alokasi anggaran untuk pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur jalan Kabupaten Semarang mengalami penurunan yang cukup drastis. Penurunan anggaran sekitar 87,98 miliar ini dikhawatirkan mempengaruhi kondisi jalan yang ada.

”Kami sebagai pelaksana, pengguna anggaran, hanya bisa melaksanakan kegiatan sesuai yang teralokasikan di APBD,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, Minggu (15/1) kemarin.

Totit menjelaskan di APBD 2016, DPU mendapat alokasi anggaran jalan sebesar Rp116,88 miliar, Rp71 miliar di antaranya dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara di 2017, kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jalan hanya diplot sebesar Rp 28,9 miliar, Rp19,8 miliar dari DAK.

”Jadi penurunan karena DAK-nya juga turun, adanya kebijakan nasional berupa pemotongan anggaran ke daerah sebesar 10 persen. Dari sisi APBD kita, juga terjadi penurunan, dari alokasi Rp 45,88 miliar menjadi Rp 9,1 miliar di tahun ini,” katanya.

Kabid Bina Marga DPU Kabupaten Semarang, Supadi menambahkan pada 2016 lalu pihaknya berhasil merealisasikan pembangunan 41 ruas jalan atau sepanjang 75 Km. Sedangkan dari sisi kegiatan pemeliharaan rutin, terealisasi di 19 ruas jalan atau sepanjang 75 Km.

Realisasi ini berhasil meningkatkan kualitas jalan sekitar 10 persen dari kondisi jalan pada tahun 2015. ”Pada 2015, kondisi jalan kategori baik di Kabupaten Semarang mencapai 70 persen dari total jalan sepanjang 735 Km. Pada 2016, dengan anggaran Rp116,88 miliar, kondisi jalan baik bisa meningkat menjadi 80 persen,” terangnya.

Capaian pada 2016 ini berhasil melampaui target yang disepakati dalam RPJMD 2016-2021. ”Sesuai RPJMD, jalan Kabupaten Semarang kategori baik di 2016 ditarget mencapai 75 persen. Tapi pada tahun itu, kami mampu merealisasikan lima persen lebih panjang,” kata Supadi.

Target yang mampu terlampau ini juga menjadi salah satu pertimbangan tim anggaran pemerintah daerah (TPAD) dan DPRD sepakat mengalihkan sebagian anggaran jalan di 2017 ke kegiatan lain yang bisa lebih menyentuh masyarakat.

Supadi menambahkan dengan alokasi anggaran yang makin sedikit ini maka kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jalan juga mengalami penyesuaian. Pada tahun ini Bina Marga hanya bisa menggelar kegiatan pembangunan 10 ruas jalan atau sepanjang 12,5 Km dan memelihara dua ruas jalan atau sepanjang 1,3 Km.

Khusus kegiatan pembangunan jalan terbagi dua jenis pekerjaan, yakni pelebaran jalan maupun peningkatan kualitas jalan. Peningkatan kualitas jalan dibutuhkan lantaran banyak titik jalan di Kabupaten Semarang masuk kategori non-cekungan air tanag (CAT).

Sehingga kegiatan betonisasi sangat dibutuhkan sebagai antisipasi kerusakan parah. ”Mudah-mudahan di APBD Perubahan nanti penambahan DAK dari pusat sehingga kegiatan pembangunan maupun pemeliharaan jalan bisa bertambah,” katanya. (ewb)