Pemprov Harus Waspadai Bencana Banjir

231

SEMARANG–DPRD Jateng meminta agar Pemprov Jateng mengantisipasi daerah yang rawan banjir saat musim penghujan. Terutama daerah permukiman di dekat kawasan sungai yang rawan terkena luapan air sungai ketika hujan datang. Sebab, saat ini banyak tanggul sungai di wilayah Jateng yang dalam kondisi kritis.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan langkah cepat untuk menangani tanggul kritis yang masuk kategori bencana. Tanggul kritis sangat membutuhkan desain untuk penanganannya. ”Harus ada upaya kongkret mengatasi dan mengantisipasi terjadinya tanggul jebol hingga mengakibatkan banjir. Mengingat suaca ekstrim akan berlangsung hingga Maret 2017,” katanya.

Ia menambahkan, mayoritas tanggul kritis di wilayah Jateng ada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat. Saat ini, penyebab banjir di Jawa Tengah berganti dari banjir akibat limpasan air kapasitas waduk, yang disebabkan jebolnya tanggul kritis. “Pemprov Jateng harus mengambil tindakan cepat dan tanggap, agar penanganan bisa maksimal dan tidak terjadi banjir setiap tahun,” tambahnya.

Dewan menilai untuk kondisi waduk-waduk di Jawa Tengah saat ini, masih aman. Persentase cadangan air yang ditampung di 138 waduk masih berkisar 65 persen sampai 75 persen. Sehingga permukaan air tidak tinggi dan tidak meluap. “Meski begitu, memang ada beberapa yang kurang memenuhi standar, jadi dibutuhkan anggaran untuk normalisasi dan perbaikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng, Prasetyo Budie Yuwono mengatakan bahwa sungai-sungai terus ditelusuri untuk mengantisipasi tanggul jebol. Pihaknya bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten/kota serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Tim kami selalu patroli di lapangan, ini sebagai upaya mengantisipasi saat cuaca ekstrim,” katanya.

Diakui beberapa tanggul di Jateng dalam kondisi kritis. Di antaranya adalah tanggul Sungai Cisadang, Sungai Cabean, Sungai Babakan, Sungai Cacaban, Sungai Wulan, Sungai Ndengkeng, Sungai Mblukar, Sungai Beringin, Sungai Tuntang, Sungai Dolok, Sungai Citandui, Sungai Babon, Sungai Bogowonto serta Sungai Setu. “Kami juga sudah menyediakan fasilitas untuk penanganan banjir jika terjadi tanggul jebol. Yakni berupa mobil, truk, perahu, trail, tenda, dan logistic,” tambahnya. (fth/ida)