MENGAYOMI : Etty bercengkarama dengan para karyawannya di PDAM Tirta Moedal. (istimewa)
MENGAYOMI : Etty bercengkarama dengan para karyawannya di PDAM Tirta Moedal. (istimewa)

Selama memimpin PDAM Tirta Moedal Semarang, Etty Laksmiwati dikenal sebagai sosok yang tenang, kalem, murah senyum dan keibuan. Kepemimpinannya jauh dari kesan sangar. Meskipun demikian, wanita yang sudah bergabung dengan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang selama lebih dari 20 tahun ini terkenal tegas dan berprinsip dalam memimpin.

Semua kebijakannya disampaikan Etty secara jelas dan terukur. Ia juga selalu menggunakan tata bahasa, intonasi dan pemilihan kata yang tepat setiap kali memimpin rapat bersama karyawannya. Apapun yang disampaikan Etty, selalu disampaikan dengan tegas namun secara lembut. “Saya berusaha untuk tidak menggunakan kata perintah, karena kita semua sedang bekerja sama. Bekerja dan bergerak bersama. Apalah saya tanpa yang lainnya,” ungkapnya bersahaja.

Di tahun 2017 ini, bersama jajaran PDAM Tirta Moedal, Etty sudah menyiapkan berbagai program. Dua diantaranya pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jatisari dan IPA Jatibarang. IPA Jatisari yang berkapasitas produksi 200 lps, kata Etty, akan mengambil sumber air baku dari Sungai Blorong, Mijen.

”IPA tersebut akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama akan mulai dikerjakan pada awal Januari 2017 dengan kapasitas produksi 100 lps,” kata dia.

IPA ini, lanjut dia, nantinya akan memperbaiki aliran di wilayah Sadeng, Greenwood dan Pasadena. Melalui kerjasama, dengan memegang prinsip keibuan, Etty dan jajarannya terus melakukan inovasi. Tahun ini, pihaknya telah membangun tiga reservoir di daerah rawan air di Kota Semarang yaitu Tampirejo, Kebontaman dan Dadapan Kecamatan Tembalang. Ketiga daerah ini, sebelumnya tercatat selalu mengalami kekeringan ketika musim kemarau tiba.

“Saat ini, jaringan perpipaan dan reservoir telah selesai dan siap dioperasikan. Masing-masing reservoir berkapasitas 50 meter kubik. Targetnya, reservoir baru itu bisa membantu kebutuhan air bersih untuk 200-300 Sambungan Rumah. Air yang dialirkan ke reservoir berasal dari IPA Kudu melalui IPA Pucang Gading,” kata Etty.

Daerah lain yang kini juga telah mendapat layanan air bersih PDAM Kota Semarang yaitu di perumahan Trangkil, Puri Sartika dan Sukorejo Kecamatan Gunungpati. Selama ini suplai air bersih di daerah tersebut berasal dari artetis atau mata air sendang yang rawan menyusut sumber airnya di musim kemarau.

“Perlu diingat kami tidak pernah mengesampingkan peran Pamsimas. Justru kami berterima kasih kepada mereka. Mereka adalah rekan kami. Setiap masyarakat berhak untuk memilih atau bahkan menggunakan kedua-duanya. Tetapi kami terus berinovasi untuk bergerak maju bersama demi tercapainya akses pelayanan 100 persen di tahun 2019,” kata Dirut wanita pertama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang ini.

PDAM Tirta Moedal dengan programnya, ia katakan, akan meningkatkan cakupan pelayanan hingga 79,77 persen pada akhir  2017. Tahun ini, perusahaan plat merah Kota Semarang itu baru melayani sekitar 67 persen. (sigit andrianto/ric)