PEKALONGAN-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan mengamankan dua pemuda yang dalam kondisi setengah sadar dan nyaris teler, di Bong Cino, Kamis malam (12/1) kemarin. Keduanya ditemukan telah mengonsumsi beberapa sachet obat batuk dengan dosis berlebihan sehingga mereka fly.

Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP, Sapto, menyampaikan bahwa kedua pemuda yang diketahui berusia 17 dan 18 tahun tersebut merupakan warga Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Meskipun kasus pemuda mengonsumsi obat batuk baru pertama kali ditemukan, namun disinyalir ini sudah menjadi tren baru pemuda. Pasalnya saat operasi, timnya menemukan banyak bungkus obat batuk di daerah tersebut. “Kami sering menemukan di daerah Bong Cino banyak bungkus-bungkus obat batuk berceceran,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan kedua pemuda tersebut, ternyata sudah terbiasa mengonsumsi obat batuk untuk mendapatkan efek tak sadarkan diri. Mereka bisa menghabiskan 5 hingga 7 sachet dalam satu waktu. Alasan mereka memilih obat batuk, karena harganya murah dan dijual di pasaran. Satu kardus berisi 30 sachet bisa didapatkan dengan harga Rp 25.000.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, dr Tuti Widayanti, menjelaskan bahwa efek samping obat batuk memang bisa membuat orang ngantuk. Sedangkan dengan dosis tinggi, bisa membuat orang tersebut mabuk. Karena dalam obat batuk mengandung dextromethorpan yang tercampur di obat tersebut. Fungsi utamanya adalah untuk anti alergi, namun kalau disalahgunakan hasilnya fly dan mabuk. “Jika terus menerus mengonsumsi berlebihan, akan mengakibatkan kematian,” imbuhnya.

Lanjutnya, obat batuk tersebut ada yang dijual bebas dan harus sesuai resep dokter atau hanya bisa ditemui di apotik. “Di kemasannya itu ada tanda hijau dan biru. Kalau hijau bebas dikonsumsi siapapun, namun yang biru harus sesuai dokter,” ungkapnya.

Selain pemuda dengan obat batuk, dalam operasi Satpol PP tersebut ditemukan dua pemuda lain yang sedang mabuk dengan minuman keras jenis ciu dan mengonsumsi pil dextro. (tin/ida)