SEORANG karyawan toko kain Rukun Jaya, Eko Irawan, 27, ditemukan tewas akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi di Jalan Gang Mangkok, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (13/1) sekitar  pukul 08.30. Warga Jalan Brotojoyo II No 55 RT 4 RW 2 Kelurahan Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara itu tewas dengan luka parah akibat kesetrum dan jatuh terbentur.

“Di antaranya luka di bagian kepala sebelah kiri atas, lecet pada bagian pergelangan tangan kanan, lecet siku tangan sebelah kiri, jari-jari tangan memar, dan perut sebelah kanan memar,” kata saksi mata, Nur Hasaim, 46, rekan kerja korban.

Dijelaskan, kejadian bermula saat korban kurang lebih pukul  08.00, bermaksud memotong ranting pohon yang mengarah di tembok lantai dua rumah milik bosnya, Gunawan Tanamal. “Korban naik pohon kurang lebih setinggi 7 meter. Saya menunggui di bawah,” ceritanya.

Kurang lebih 30 menit kemudian, tiba-tiba korban terpental jatuh di badan jalan. Diduga, ranting pohon yang dipotong menyentuh kabel bertegangan tinggi. Sehingga membuat korban kesetrum.

“Mengetahui korban terjatuh, saya memanggil Pak Gunawan, kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Saat dalam perjalanan, korban masih bernafas. Tapi tak lama setelah ditangani dokter, korban dinyatakan meninggal,” katanya.

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Kemas Indranegara, mengatakan, korban Eko saat itu baru saja tiba di toko. Ia kemudian diminta Gunawan Tanamal, pemilik toko tempat korban bekerja, untuk memotong beberapa ranting pohon di dekat bangunan toko. “Eko bergegas memotong pohon karena diperintah majikannya,” jelasnya.

Korban membawa parang untuk memotong ranting pohon. Saat naik pohon dan memotong ranting, tak diduga ranting yang tumbang menimpa kabel listrik bertegangan tinggi. “Korban tersengat dan terjatuh,” katanya.

Pihaknya mengaku masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk memeriksa pemilik toko kain tersebut. Apakah pemilik toko tersebut harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut, Kemas mengaku hal itu tergantung hasil pemeriksaan lebih lanjut. “Tetapi yang jelas, pihak keluarga sudah mengikhlaskan korban. Jenazahnya telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ujarnya. (amu/aro)