33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Gumaya Sasar Segmen Premium

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Jelang tahun baru Imlek, Gumaya Tower Hotel Semarang siap diadu dengan hotel ataupun rumah makan lainnya. Hotel bintang lima ini mengusung tema Year of The Rooster dengan menghadirkan makanan unggulan berbahan seafood.

Restaurant Manager Gumaya Tower Hotel Semarang, Adi Jaya mengatakan pada Imlek tahun ini, pihaknya menyiapkan makanan unggulan dengan bahan seafood segar seperti, ikan, udang, kerang dan masih banyak lagi. ”Bahan-bahan yang digunakan bahan segar, untuk ikan kami siapkan dalam keadaan hidup sebelum dimasak,” katanya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Adi menuturkan jika menu-menu yang ada di Gumaya siap memanjakan masyarakat keturunan Tionghoa untuk berkumpul bersama keluarga. Terkait persaingan antarhotel dan restoran dalam promo Imlek, Adi mengaku optimistis bisa bersaing karena memang segmentasi yang dibidik berbeda. ”Gumaya punya pasar sendiri, yakni pasar kelas premium. Bahkan ada komunitas yang sudah pesan jauh-jauh hari. Targetnya kami bisa menjual sekitar 2.000 pak,” tuturnya.

Marketing Communication Gumaya Tower Hotel Semarang, Yulistra Ivo Azhari menambahkan jika okupansi Hotel Gumaya 60 persennya disumbang tamu pebisnis, khususnya  dari Jakarta. ”Segmentasi pebisnis sangat besar. Ada juga yang dari corporate atau pemerintahan dengan presentasi sekitar 30 persen,” tuturnya.

Ia menjelaskan, rincian okupansi setiap harinya 30 persen disumbang dari total okupansi berasal dari situs online seperti traveloka, klik advisor, dan masih banyak lagi. Sebanyak 60 persen berasal dari kalangan perusahaan atau pemerintahan dan sisanya walk in atau check in langsung.

”Kalau persaingan antarhotel memang saat ini sangat ketat karena banyak hotel baru, namun segmentasi yang menjadi sasaran kami berbeda dan kami yakin tetap bisa meraih pasar,” tegasnya. Untuk tetap bisa eksis, Gumaya melakukan beberapa renovasi untuk memanjakan tamunya seperti upgrade kamar, perubahan dekorasi dan masih banyak lagi. (den/ric/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peluang Kerja S2 Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program Studi (Prodi) Magister Terapan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang mewisuda 91 orang yang menjadi lulusan pertama dari prodi yang baru...

Turbulensi Etihad Airways Dijadikan Hoax Ethiopian Airlines

JawaPos.com - Sebuah video kepanikan penumpang di dalam pesawat menyebar di media sosial beberapa hari terakhir. Semakin menarik karena video itu diberi keterangan saat-saat...

Nama Tionghoa untuk Zarra Zetira

Komentar Zara Zettira, via Twitter Kalau namaku jadinya bagaimana dalam huruf Chinese? Komentar Disway: Zettira yang cantik, Anda serius ingin punya nama Tionghoa? Saya lihat ada empat pola...

KKN UPGRIS Olah Kotoran Sapi Jadi Biogas

RADARSEMARANG.COM, BANYUBIRU - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) manfaatkan kotoran sapi menjadi biogas. Realisasi pembuatan biogas diawali dengan mengadakan penyuluhan...

Ribuan Warga Saksikan Karnaval Drum Blek

KENDAL—Ribuan warga tumplek-blek di arena lomba Karnaval Drum Blek yang dihelat Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikmah, Mororejo Kaliwungu, Minggu (30/4) kemarin. Lomba lebih kurang...

Dari Bantu Teman, Jadi Ladang Bisnis

RADARSEMARANG.COM - HANITA Masithoh tak pernah menyangka sebelumnya, jika dirinya bisa membuka bisnis jasa penerjemahan Bahasa Arab dan Inggris. Alumni Pondok Pesantren Darul Falah...