SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memperoleh penghargaan kategori Penggerak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Teladan 2016 Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan diserahkan langsung kepada Ganjar oleh Presiden RI Joko Widodo, saat Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Jasa Keuangan Tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng, Dadang Somantri menyampaikan, penghargaan diberikan kepada Gubernur Ganjar yang dinilai nyata-nyata memiliki komitmen dan peran aktif dalam mengawali program TPAKD 2016. Yaitu melalui pengembangan dan perluasan akses keuangan pada sektor prioritas. Salah satu program riilnya adalah mengembangkan skim pembiayaan mikro Mitra Jateng 25 untuk sektor UMKM dan start-up business. ”Selain itu mendorong pertumbuhan LKM dalam jumlah banyak dan variatif,” katanya.

Ditambahkan, Mitra Jateng 25 merupakan program kredit yang ditujukan kepada pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yang memerlukan suntikan modal untuk pengembangan usaha mereka. Kredit dengan plafon maksimal Rp 25 juta tersebut diberikan dengan tingkat bunga 7 persen tanpa subsidi, dalam jangka waktu tiga tahun. ”Menurut OJK, suku bunga terendah ya baru Mitra Jateng 25, yang bekerja sama dengan Bank Jateng,” ujar Dadang.

Berdasarkan data dari Bank Jateng, imbuh dia, hingga 12 Januari 2017, jumlah debitur kredit Mitra Jateng 25 tercatat 8.440 debitur. Jumlah plafon anggaran Rp 157,848 miliar, dengan outstanding kredit (saldo pinjaman) Rp 142,413 miliar.

Diakui, percepatan akses keuangan daerah membutuhkan dukungan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah, tapi juga pihak lain, termasuk pihak perbankan. Karenanya, dibentuk tim yang bernama TPAKD, yang tugasnya mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam mendukung perekonomian daerah. Juga mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah, mendorong layanan jasa keuangan untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan ekonomi daerah.

Selain itu juga menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan, mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif bagi berkembangan UMKM, usaha pemula dan membiayai pembangunan sektor prioritas.

”Sebagai kepala daerah, Gubernur Ganjar dinilai berani menggerakkan dan mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah,” jelasnya. (ric/ce1)