33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Ricuh, Demo Tolak Kenaikan Tarif

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Aksi demonstrasi menolak kenaikan tarif yang digelar aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia wilayah Semarang di depan kantor Gubernur Jateng, Kamis (12/1) berujung bentrok dengan polisi. Bentrokan antara puluhan mahasiswa dan sejumlah aparat mulai memanas ketika demonstran akan membakar ban mobil.

Ketika ban dilumuri bensin, polisi langsung merebut ban tersebut untuk diamankan. Tidak terima dengan pencegahan aksi bakar-bakaran tersebut, para demonstran langsung tersulut emosi.

Mereka kemudian mendorong blokade polisi dan masuk pintu gerbang untuk mengambil atribut yang disita. Aksi saling dorong kedua belah pihak pun tak terhindarkan. Sejumlah personel polisi juga terus mencoba mempertahankan barisan dengan susah payah lantaran kalah jumlah.

Merasa tidak kuat mempertahankan barisan, salah satu anggota polisi nekat mengayunkan pentungan ke kepala mahasiswa. ”Kami coba melakukan aksi damai, kenapa kami dipukuli,” teriak salah satu orator aksi lewat megaphone.

Pemukulan terhadap salah satu demonstran itu membuat suasana makin panas. Para mahasiswa makin beringas mendobrak barisan aparat. Melalui mobil pengeras suara, polisi beberapa kali menyerukan agar mahasiswa tidak nekat mendobrak pintu gerbang.

Emosi massa akhirnya mereda saat kedua kubu akhirnya memilih jalan mediasi. Demonstran kemudian ditemui Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Jateng, Heru Setiadhie. Lewat pengeras suara, Heru memastikan para mahasiswa bahwa aspirasi yang disuarakan, akan disampaikan ke Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. ”Kami sudah menangkap pointer yang Anda sampaikan. Nanti akan kami teruskan ke atas,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Semarang Raya, Jadug Trimulyo menjelaskan, aksi ini dilatarbelakangi kenaikan tarif sejumlah kebutuhan primer. Mereka meminta pemerintah segera merevisi kebijakan tersebut dengan menurunkan harga sesuai semestinya. ”Program pemerintah saat ini jelas merugikan rakyat kecil. Sebut saja kenaikan tarif administrasi STNK, BBM, dan kenaikan tarif listrik,” ujarnya.

Menurut mereka, kebijakan tak berpihak itu disebabkan lemahnya koordinasi kementerian yang justru menimbulkan kegaduhan saat merumuskan kebijakan. Akibatnya kebijakan yang lahir justru prematur dan merugikan rakyat kecil. ”Kesejahteran umum itu sumber kebahagiaan rakyat. Negara seharusnya tidak boleh menjadi tempat penggarong atas nama kapital,” tegasnya. Di akhir aksi, suasana cenderung mereda. Tepat pukul 12.10, mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan penjagaan ketat aparat kepolisian. (amh/ric/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Operasional Bank Rawan Gratifikasi

SEMARANG – Target penyaluran kredit yang cukup besar membuat pihak perbankan berisiko tersangkut masalah hukum. Saat ini masih terdapat persepsi dan kekhawatiran apabila kredit...

Tak Boleh Ada Orasi Saat Doa Bersama

Rencana aksi solidaritas Bela Rohingya di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jumat (8/9) mendatang dipastikan tak jadi digelar. Aksi akan diganti menjadi doa bersama di...

209 Atlet Ambil Bagian

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Sebanyak 209 atlet bulutangkis di Kabupaten Wonosobo mengikuti kejuaraan Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVII Wonosobo 2018, yang bergulir mulai Jumat...

Nyaman untuk Berkolaborasi, Sering Dikira Kafe

Ruang kreatif untuk berbagi ide, bekerja, berdiskusi, berkolaborasi hingga menggelar berbagai workshop kini kian dibutuhkan. Peluang ini dibaca oleh beberapa mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip)...

Aplikasi Jenius BTPN Direspons Positif

BALI-Sejak diluncurkan Agustus 2016, produk berbasis teknologi digital dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN), yakni Jenius, mendapat respons positif dari masyarakat. Terbukti,...

Digarap TMMD, Jalan Baru Diberi Nama Jalan Tentara

WONOSOBO—Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) 2017 di Desa Binangun, Kecamatan Watumalang, Kamis (4/5) lalu, resmi berakhir. Di desa itu, TMMD membuat jalan sepanjang...