33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Peloncat Indah Nani Suryani Berpulang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Dunia olahraga Jateng berduka. Mantan peloncat indah yang kini juga menekuni dunia kepelatihan, Nani Suryani Wulansari meninggal dunia pada Kamis (12/1) pukul 11.00 WIB di RS Roemani Semarang.

Kepergian salah satu peloncat indah yang juga langganan tim Nasional Indonesia itu memang cukup mengagetkan. Hampir semua rekan kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jateng melepas kepergian atlet kelahiran Sumedang, 30 Mei 1977 tersebut.

Bahkan tak sedikit pula yang melepas kepergian Nani dibawa ke tempat kelahirannya di Sumedang, Jabar, untuk dimakamkan di TPU Sitoraja. ”Kami sangat kehilangan dia. Almarhumah yang ditugaskan di asisten pelatih PPLP, adalah seorang pekerja keras. Beberapa waktu lalu, dalam keadaan sakit dan dipapah, bahkan menyempatkan diri untuk mengisi daftar hadir. Ini sebagai bentuk tanggung jawab dia dalam kedinasan,” kata Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Agung Hariyadi.

Desi, sang adik kandung Nani ditemui kemarin juga menceritakan bahwa Nani sempat dirawat pada Desember 2016 dan kembali menjalani opname Rabu (11/1) pagi. Dia tak menyangka kakak tercintanya begitu cepat pergi.

”Dia kakak yang baik. Selalu hormat kepada orang tua dan saudara, bahkan dengan keponakan pun sangat sayang. Setiap pergi ke luar kota atau luar negeri untuk berlomba, tak lupa membelikan oleh-oleh,” kenangnya.

Bagi dunia olahraga Jateng, terutama di cabor aquatik, kepergian Nani yang terakhir juga menjadi pelatih kontingen Jateng di ajang PON XIX Jabar 2016 tentunya menjadi pukulan yang cukup mendalam.

Maklum saja, catatan prestasi Nani untuk Jateng saat ini masih belum bisa ditandingi oleh peloncat indah lainnya. Nani Suryani mengawali prestasi Nasionalnya pada PON XII 1989, ketika itu Nani sukses menyumbang medali perunggu.

Kemudian prestasinya berlanjut pada PON XIII 1993 di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, dalam PON keduanya tersebut Nani berhasil meningkatkan prestasi dengan menggondol medali emas pertamanya di PON. Pada PON XIV 1996 yang juga berlangsung di Jakarta, dirinya mampu menyabet medali perak. Pada PON XI 2000 di Surabaya, kembali medali emas direbut. Kemudian dia juga berhasil menggondol emas PON Palembang 2004.

Ajang PON Kaltim 2008 menjadi ajang terakhirnya sebelum memutuskan pensiun sebagai atlet. Di PON terakhirnya itu Nani sukses menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak untuk kontingen Jateng.

Kemudian di level Internasional, karir Nani dimulai dari ajang SEA Games 1991 Manila Nani berhasil menyumbang satu perak. Saat itu, ia masih berseragam SMP. Selanjutnya mulai tahun 1993 di Singapura, 1995 di Thailand, 1997 di Indonesia, 1999 di Brunei, 2001 di Malaysia, dan terakhir di Thailand, ia tak pernah absen menyumbangkan medali.

Di 2001 menjadi SEA Games terakhir yang diikuti Nani, dan pada 2003 di Vietnam ia sudah mengawali karir melatih. Dua tahun kemudian Nani sempat menjadi asisten pelatih pelatnas loncat indah SEA Games Manila dan melakukan TC di Cina. (bas/zal/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

7 Wilayah Rawan Bencana

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang diimbau untuk ikut melaksanakan kegiatan mitigasi bencana. Pasalnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang termasuk rawan...

Bupati Lantik Pejabat Baru

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Rabu (17/01) kemarin, melantik Pejabat Eselon III dan IV yang baru, di lingkungan Setda Pemda Pekalongan. Mereka...

Cermati Manual Pengisian PDSS

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Ratusan perwakilan dari SMA/MA/SMK sederajat di wilayah Eks Kedu, Cilacap, Salatiga dan Kartasura mengikuti sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di Auditorium Untidar,...

Lanjutkan Normalisasi Kali Tenggang

RADARSEMARANG.COM - PETUGAS dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Normalisasi Kali Tenggang melanjutkan pemasangan   memasang sheet pile setinggi 12 meter mulai dari Jembatan...

Sepi Job, Personelnya Bapak, Anak, Menantu dan Cucu

RADARSEMARANG.COM - Kesenian reog berasal dari Ponorogo. Namun di Kota Semarang terdapat paguyuban reog yang masih eksis. Namanya Paguyuban Reog Singo Wijoyo Mudo. Menariknya,...

Konsisten Sediakan Barang Dagangan Asli

Kendati muncul beragam toko baru yang lebih modern, namun eksistensi toko alat tulis Nam Bie tak perlu diragukan. Terbilang sebagai toko legendaris di Kota...