28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Peloncat Indah Nani Suryani Berpulang

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

SEMARANG – Dunia olahraga Jateng berduka. Mantan peloncat indah yang kini juga menekuni dunia kepelatihan, Nani Suryani Wulansari meninggal dunia pada Kamis (12/1) pukul 11.00 WIB di RS Roemani Semarang.

Kepergian salah satu peloncat indah yang juga langganan tim Nasional Indonesia itu memang cukup mengagetkan. Hampir semua rekan kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jateng melepas kepergian atlet kelahiran Sumedang, 30 Mei 1977 tersebut.

Bahkan tak sedikit pula yang melepas kepergian Nani dibawa ke tempat kelahirannya di Sumedang, Jabar, untuk dimakamkan di TPU Sitoraja. ”Kami sangat kehilangan dia. Almarhumah yang ditugaskan di asisten pelatih PPLP, adalah seorang pekerja keras. Beberapa waktu lalu, dalam keadaan sakit dan dipapah, bahkan menyempatkan diri untuk mengisi daftar hadir. Ini sebagai bentuk tanggung jawab dia dalam kedinasan,” kata Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Agung Hariyadi.

Desi, sang adik kandung Nani ditemui kemarin juga menceritakan bahwa Nani sempat dirawat pada Desember 2016 dan kembali menjalani opname Rabu (11/1) pagi. Dia tak menyangka kakak tercintanya begitu cepat pergi.

”Dia kakak yang baik. Selalu hormat kepada orang tua dan saudara, bahkan dengan keponakan pun sangat sayang. Setiap pergi ke luar kota atau luar negeri untuk berlomba, tak lupa membelikan oleh-oleh,” kenangnya.

Bagi dunia olahraga Jateng, terutama di cabor aquatik, kepergian Nani yang terakhir juga menjadi pelatih kontingen Jateng di ajang PON XIX Jabar 2016 tentunya menjadi pukulan yang cukup mendalam.

Maklum saja, catatan prestasi Nani untuk Jateng saat ini masih belum bisa ditandingi oleh peloncat indah lainnya. Nani Suryani mengawali prestasi Nasionalnya pada PON XII 1989, ketika itu Nani sukses menyumbang medali perunggu.

Kemudian prestasinya berlanjut pada PON XIII 1993 di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, dalam PON keduanya tersebut Nani berhasil meningkatkan prestasi dengan menggondol medali emas pertamanya di PON. Pada PON XIV 1996 yang juga berlangsung di Jakarta, dirinya mampu menyabet medali perak. Pada PON XI 2000 di Surabaya, kembali medali emas direbut. Kemudian dia juga berhasil menggondol emas PON Palembang 2004.

Ajang PON Kaltim 2008 menjadi ajang terakhirnya sebelum memutuskan pensiun sebagai atlet. Di PON terakhirnya itu Nani sukses menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak untuk kontingen Jateng.

Kemudian di level Internasional, karir Nani dimulai dari ajang SEA Games 1991 Manila Nani berhasil menyumbang satu perak. Saat itu, ia masih berseragam SMP. Selanjutnya mulai tahun 1993 di Singapura, 1995 di Thailand, 1997 di Indonesia, 1999 di Brunei, 2001 di Malaysia, dan terakhir di Thailand, ia tak pernah absen menyumbangkan medali.

Di 2001 menjadi SEA Games terakhir yang diikuti Nani, dan pada 2003 di Vietnam ia sudah mengawali karir melatih. Dua tahun kemudian Nani sempat menjadi asisten pelatih pelatnas loncat indah SEA Games Manila dan melakukan TC di Cina. (bas/zal/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -