SEMARANG – Sebanyak 551 pedagang Pasar Pedurungan dijadwalkan akan boyongan ke bangunan baru berlantai dua di Jalan Fatmawati Semarang pada Senin (16/1) mendatang. Luasan bangunan revitalisasi pasar tradisional ini lebih dari cukup untuk menampung jumlah pedagang. Bahkan diperkirakan masih ada lapak yang kosong.

Sejumlah lapak yang kosong tersebut masih dilakukan inventarisasi oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, untuk kemudian akan diserahkan kepada Paguyuban Pedagang Jasa dan Pasar (PPJP) setempat.

”Jika masih ada sisa lapak, nantinya bisa digunakan pedagang lain yang ingin berjualan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto saat melakukan sosialisasi dan pengundian lapak pedagang Pasar Pedurungan di Jalan Fatmawati Semarang, Kamis (12/1).

Dikatakannya, bangunan pasar baru terdiri atas dua lantai. Untuk lantai satu nanti digunakan untuk pedagang kios sembako, sayuran dan daging. Sedangkan lantai dua akan digunakan pedagang kios konveksi dan pedagang pancakan yang sebelumnya berjualan di luar pasar. ”Sudah dilakukan pengundian kios, maupun lapak. Baik untuk lantai satu maupun lantai dua,” ujarnya.

Mantan Camat Gayamsari ini menambahkan, para pedagang telah sepakat untuk menempati masing-masing kios ataupun lapak sesuai dengan undian. Pada Jumat (13/1), pedagang sembako juga bisa masuk ke dalam pasar. Ditargetkan, pada Senin (16/1) mendatang, semua pedagang Pasar Pedurungan telah menempati bangunan pasar baru.

”Jika nantinya di lantai dua masih ada lapak kosong, maka akan diinventarisasi dan dibiarkan selama tiga bulan. Setelah itu, akan kami serahkan kepada Paguyuban Pedagang Jasa dan Pasar (PPJP),” katanya.

Fajar menegaskan, semua pedagang ditata berdasarkan zonasi yang telah ditentukan. Pihaknya juga meminta agar pedagang segera menempati sesuai jadwal yang telah dibuat.

Ia mengaku untuk luas lapak dan kios, memang ada berapa pedagang yang merasa tidak puas. Namun demikian, pembagian tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan. ”Kami meminta pedagang legawa, dan segera menempati kios. Selanjutnya akan terus dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Sedangkan penataan lahan parkir ke depan akan dilakukan pengelolaan agar lebih tertib. ”Kami sterilkan terlebih dahulu, kemudian ditata dengan melibatkan tenaga pengamanan. Termasuk penataan pusat kuliner agar pasar tetap hidup di malam hari, terutama di luar pasar,” katanya.

Salah satu pedagang, Musrifah, mengatakan, pihaknya meminta Dinas Perdagangan Kota Semarang bertindak adil. Sejauh ini, kata dia, tidak ada permasalahan krusial. ”Tidak ada masalah selama luas kios minimal sama dengan kios yang dulu,” ujarnya.

Menurutnya, adanya program revitalisasi pasar tradisional disambut senang bagi rata-rata pedagang. Sebab, kondisi pasar menjadi lebih bersih dan infrastruktur lebih bagus. ”Saya berharap, pembagian berlangsung adil. Pasar menjadi kondusif, aman dan nyaman. Kami sebagai pedagang agar bisa segera berjualan,” katanya. (amu/aro/ce1)