Kenaikan Tarif Listrik Sumbang Inflasi

763
TARGET INVESTASI JATENG: Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan gedung di tengah Kota Semarang, Kemarin. Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah menargetkan nilai investasi pada 2017 pada angka Rp30,25 triliun atau tumbuh 10 persen dibandingkan dengan target tahun 2016 yaitu di angka Rp27,5 triliun (Nurchamim@radarsemarang.com)
TARGET INVESTASI JATENG: Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan gedung di tengah Kota Semarang, Kemarin. Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah menargetkan nilai investasi pada 2017 pada angka Rp30,25 triliun atau tumbuh 10 persen dibandingkan dengan target tahun 2016 yaitu di angka Rp27,5 triliun (Nurchamim@radarsemarang.com)

SEMARANG – Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Tengah memperkirakan akan terjadi kenaikan inflasi sebesar 0,1 persen pada bulan Januari dibanding bulan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan tarif listrik.

Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, inflasi pada bulan Januari ini diperkirakan lebih tinggi dibanding Desember tahun lalu. Yaitu dari 0,2 persen menjadi 0,3 persen. “Kenaikan inflasi terkait dengan kenaikan harga komoditas. Diantaranya kenaikan tarif listrik serta adanya kemungkinan rencana distribusi tertutup LPG 3 kilogram. Namun inflasi masih dalam takaran aman,” ungkapnya, kemarin.

Sedangkan untuk secara keseluruhan tahun 2017, inflasi diperkirakan masih dalam takaran 4 plus minus 1 persen. Dengan penyumbang inflasi diperkirakan tariff listrik, LPG dan cukai rokok. “Dalam bulan-bulan Januari, Maret, Mei diperkirakan inflasi naik karena adanya rencana kenaikan tarif listrik,” paparnya.

Sedangkan, untuk beberapa komoditas pangan, tahun 2017 ini diperkirakan relative terkendali. Kalaupun di satu bulan terjadi kenaikan diharapkan akan segera terkoreksi di bulan berikutnya. “Untuk antisipasi fluktuasi harga khususnya logistik, kami bersama pihak terkait akan utamakan agar pasokan komoditas tetap terjaga,” jelasnya.

Ia menambahkan, inflasi 4 plus minus 1 persen ini merupakan target yang ditetapkan oleh pemerintah dengan tahapan terus menurun tiap beberapa periode. Namun begitu, Jawa Tengah sendiri dalam beberapa tahun berakhir mengalami inflasi yang jauh di bawah target. “Tahun 2015 dan 2016, inflasi kita tidak sampai menyentuh 3 persen. Hal ini merupakan hasil dari kerjasama Tim Pengendali Inflasi Daerah bersama beberapa pihak terkait,” pungkasnya. (dna/smu)