Kebijakan Pemerintah Dukung Sektor Properti

3595

SEMARANG – Sejumlah kebijakan yang digulirkan pemerintah memberikan dampak cukup positif bagi sektor properti. Salah satunya terhadap penjualan yang diharapkan dapat mulai terasa peningkatannya di awal tahun.

Wakil Ketua Bidang Pertanahan Real Estate Indonesia DPD Jawa Tengah, Wibowo Tedjo Sukmono mengatakan, kebijakan pengampunan pajak yang sudah berjalan dua periode membawa pengaruh bagi iklim investasi.

Begitu juga dengan relaksasi Loan to Value (LTV) yang juga digulirkan di akhir tahun lalu. Relaksasi terkait uang muka rumah ini dinilainya memberikan pengaruh cukup besar terhadap pembelian rumah. “Untuk yang end user memang tidak terlalu berpengaruh, tapi bagi yang membeli properti untuk investasi jelas berpengaruh,” ujarnya.

Ditambah lagi dengan kebijakan suku bunga dari perbankan. Sebelumnya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berada pada kisaran dua digit, saat ini sudah mulai turun bahkan berada pada kisaran 1 digit. “Sebelumnya suku bunga antara 9 – 10 persen, sekarang rata-rata sudah 8 persen,” sebutnya.

Namun begitu, diakuinya, saat ini pembeli masih melihat kondisi suhu politik Indonesia, sebelum memustuskan untuk melakukan pembelian. “Kalau fundamental ekonomi Indonesia saya yakin sudah cukup baik, hanya memang suhu politik yang masih membuat pembeli wait and see,” tambahnya.

Terlepas dari hal tersebut, ia menilai awal tahun menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pembelian rumah. Mengingat, kenaikan harga belum terlalu tinggi, yang disesuaikan dengan kenaikan harga tanah, material maupun upah tenaga kerja. “Harga tanah biasanya naik 2-3 kali setahun. Per tahun total kenaikan bisa mencapai 30 persen. Oleh karena itu awal tahun cukup tepat untuk membeli rumah, karena kenaikan harga masih berkisar antara 5 – 10 persen,” Ungkap Wibowo. (dna/smu)