PEKALONGAN – Seorang pemuda, bernama Mafatihul Faza, 24, nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara tragis. Dengan seikat tali plastik, ia gantung diri di dalam kamar tidurnya. Hal itu dilakukan diduga karena cintanya pada gadis pujaan yang sudah dipacari sejak SMA tidak direstui orang tua korban.

Korban yang beralamatkan di Pringlangu Gang 5 RT 06 RW 16, Pringrejo, Pekalongan Barat, diketahui sehari-hari bekerja di SPBU Kertijayan. Menurut salah seorang tetangganya, Tafsir, 58, korban sudah sejak awal memiliki niat untuk bunuh diri setelah keinginannya lebih serius dengan sang kekasih dilarang orang tuanya. Namun, niatan tersebut beberapa kali bisa dicegah oleh keluarga kekasihnya. “Saya tahunya mereka memang sudah pacaran dari SMA, karena sering lihat jalan bareng. Tapi dari salah satu orang tua tidak setuju,” terangnya.

Korban baru diketahui bunuh diri setelah ayahnya curiga, sejak pagi korban tidak keluar kamar. “Bapak korban berniat mengingatkannya untuk salat, tapi pintu dikunci dari dalam, dan ada tali rafia berwarna hitam di lubang angin. Pintu akhirnya didobrak pihak keluarga dan ditemukan korban sudah meninggal,” jelas Bhabinkantipmas setempat, Aiptu Hartono, Kamis (12/1).

Ia baru mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapatkan laporan warga sekitar pukul 13.05. Kemudian langsung diteruskan ke kantor kepolisian setempat. Ada satu kendala saat korban akan divisum. Menurut Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Windoyo, keluarga korban tidak berkenan jasad korban divisum. Karena pihak keluarga juga yang langsung menurunkan korban saat pihak kepolisian datang.

“Pihak keluarga tidak berkenan memberikan pernyataan apapun, sehingga masih kami lakukan penyelidikan, jadi belum bisa menduga apa penyebabnya,” terangnya. Sementara itu, pihak kepolisian menyita barang bukti diantaranya celana dalam korban, tali rafia berwarna hitam, dan surat wasiat. (tin/ric)