33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Siapkan OTT, Awasi Pemotongan Gaji Guru hingga Dana Desa

Pemkab Demak Resmi Bentuk Tim Saber Pungli

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Pemkab Demak terus berupaya meningkatkan pelayanan publik. Ini dibuktikan dengan komitmen bersama dengan dibentuknya tim satgas sapu bersih pungutan liar (saber pungli), termasuk menyiapkan langkah operasi tangkap tangan (OTT). Seperti apa?

WAHIB PRIBADI, Demak

PEMBENTUKAN tim khusus saber pungli telah disepakati Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto, Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Agung Udayana, Ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Kepala Kejaksaan Negeri Khairul Anwar SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Ahmad Rofik SH MH, dan instansi lainnya. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di ruang Bina Praja, kemarin.

Hadir di antaranya, Sekda dr Singgih Setyono MMR (Ketua Tim Saber Pungli), Asisten 1 Setda AN Wahyudi, Asisten II Windu Sunardi, Asisten III Agus Supriyanto, Kepala Satpol PP Bambang Saptoro, Kabag Humas Daryanto, Kabag Orpeg Guvrin Heru Putranto, Kabag Hukum Ridhodin, dan para kepala dinas, camat dan lainnya.

Kepala Kesbangpolinmas Pemkab Demak, Taufik Rifai, menyampaikan bahwa pembentukan tim saber pungli di antaranya mendasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar serta instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pengawasan pungli dalam pelayanan yang dijalankan pemerintah daerah. “Dengan tim ini, tujuannya adalah untuk memberantas dan mencegah praktik pungli. Selain itu, untuk menginformasikan kepada publik tentang adanya satgas anti pungli tersebut,” katanya.

Taufik menambahkan, supaya tim dapat bekerja maksimal, maka diperlukan sinergitas antar instansi serta perlunya menjaga komitmen bersama dalam mencegah pungli.

Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada di Provinsi Jawa Tengah dari 35 kabupaten/kota, baru sekitar 14 daerah yang telah membentuk Tim Saber Pungli, termasuk di antaranya Kabupaten Demak ini. Artinya, dengan kemampuan dan kemauan yang ada, Pemkab Demak telah merespon instruksi presiden untuk membentuk tim saber pungli tersebut. “Dengan adanya tim ini, kita berharap pelayanan publik di Demak ini terbebas dari pungli,” katanya.

Menurutnya, dalam tim ini yang paling krusial adalah adanya fungsi intelijen. Karena itu, tim bekerja berdasarkan data dan fakta (bukti) dalam menangani persoalan pungli. Kapolres menambahkan, selama ini banyak dikeluhkan penyerapan anggaran daerah rendah sekali lantaran banyak pejabat yang takut menggunakan anggaran tersebut. Namun, dalam perkembangannya agar pembangunan berjalan baik, maka jika ada pelanggaran administrasi akan diselesaikan atau disanksi secara administrasi, kecuali ada kerugian negara.

“Artinya, upaya pencegahan (preventif) dan preemptif tetap didahulukan. Dengan demikian, pelayanan publik dapat berjalan baik. Jangan sampai terjadi operasi tangkap tangan (OTT). Kalau ada OTT, dua barang bukti sudah cukup. Seperti keterangan saksi (ahli) dan surat petunjuk,” katanya.

Kapolres berharap, pembangunan di Demak dapat dijalankan dengan baik dan tidak asal-asalan. “Sebab, jika pembangunan tidak lancar yang rugi adalah masyarakat,” ujarnya.

Untuk mencegah pungli, kata Kapolres, dibutuhkan sinergitas antar instansi. “Untuk kegiatan ini, tentu perlu didukung anggaran yang memadai. Kita juga perlu sosialisasi hingga ke kecamatan dan desa agar tidak terjadi pungli sampai pemerintahan paling bawah. Mari kita majukan Demak dan jangan sampai ada ego sektoral. Kalau itu terjadi, maka pembangunan akan pincang,” imbuhnya.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, untuk memperkuat kinerja tim saber pungli ini diperlukan keterlibatan langsung masyarakat. “Kita cegah bersama-sama, jangan sampai ada pungutan. Tidak usah macama-macam. Daerah akan aman dan tenteram,” jelas Bupati.

Kabag Humas Setda Demak, Daryanto menuturkan, usai penandatanganan MoU itu, tim satgas anti pungli langsung menggelar rapat koordinasi. “Pada intinya, jangan sampai terjadi OTT di Demak,” katanya.

Terkait definisi pungli, tim telah menyamakan persepsi. Dengan pandangan yang sama, akan memudahkan dalam menindak jika ada pungli. Seperti diketahui, tugas pokok saber pungli adalah menerima laporan pengaduan masyarakat terkait dengan adanya praktik pungli dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Selain itu, menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berkaitan dengan kewenangan masing-masing pihak. Kemudian, mencegah bersama-sama praktik pungli. Kesepakatan MoU ini berlaku selama setahun (12 bulan). Sasaran tim saber pungli dalam melakukan pengawasan pelayanan publik di antaranya terkait dengan perizinan usaha, hibah dan bantuan sosial terkait pencairan maupun potensi pemotongan dana bantuan.

Kemudian, mengawasi pelayanan bidang kepegawaian baik mutasi, kenaikan pangkat, promosi jabatan, pemotongan gaji guru, tenaga kesehatan, pegawai tidak tetap dan lainnya. Di bidang pendidikan, fokus mengawasi pencairan dana BOS, pemotongan uang makan guru, pemungutan uang bantuan atau sumbangan pembangunan sekolah. Untuk dana desa juga diawasi baik terkait pemotongan dana desa dan pengambilan bunga bank pada penempatan dana desa. Lalu, pelayanan pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, pelayanan pengurusan bidang perhubungan, telekomunikasi, pertanahan, perpajakan, dan keagamaan. Lainnya yang diawasi adalah pengurusan SIM, STNK, BPKB, mutasi kendaraana, SKCK dan lainnya.

Diawasi pula, pengadaan barang dan jas mulai perencanaan dan penentuan pemenang. Koordinator penindakan saber pungli, Kompol Sutomo mengatakan, timnya akan menindak tegas para pelaku pungli tanpa pandang bulu. “Kita budayakan anti pungli. Kita tindak tegas yang berani main-main,” katanya. (*/adv/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Atlet Gulat Jateng Bidik Target Olimpiade

SEMARANG - Atlet Gulat Jawa Tengah diminta untuk tidak hanya puas dengan prestasi tingkat provinsi ataupun nasional. Mereka harus berani bercita-cita menjadi juara di...

Bendung Karet BKB

RADARSEMARANG.COM - PROYEK pembangunan bendung karet di Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) senilai Rp 148 miliar terus dikebut pengerjaannya. Bendungan yang nantinya berfungsi sebagai...

Satu Minggu, Baca Satu Buku

RADARSEMARANG.COM - DI TENGAH kesibukannya yang begitu padat, Ferry Firmawan tak pernah melupakan hobi membacanya. Bagi Ferry, membaca merupakan pintu membuka dunia dan bisa...

Kades Kecewa Nilai DD Turun

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Semarang menyayangkan adanya pengurangan besaran Dana Desa (DD) yang dikucurkan dari pemerintah pusat pada 2018 mendatang. Menurut...

Tiga Kasus Difteri, Seorang Meninggal

SEMARANG-Sepanjang 2017, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menemukan sedikitnya tiga kasus difteri positif yang tersebar di tiga kota/kabupaten, yakni Kota Semarang, Karanganyar dan Kendal....

Tiba di Semarang, Dua Jenazah Langsung Dimakamkan

SEMARANG - Pasca menjalani tes DNA di RS Bhayangkara Polda Jatim, dua jenazah terduga teroris asal Kota Semarang langsung dipulangkan ke rumah duka di...