BI Terus Sosialisasikan Uang Baru

Libatkan TNI, Polri dan Ulama

838
TERAWANG: Seorang anggota Polwan saat memeriksa uang kertas dengan menggunakan kaca pembesar di gedung Bank Indonesia, kemarin. (Nurchamim@radarsemarang.com)
TERAWANG: Seorang anggota Polwan saat memeriksa uang kertas dengan menggunakan kaca pembesar di gedung Bank Indonesia, kemarin. (Nurchamim@radarsemarang.com)

SEMARANG – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah melibatkan institusi TNI dan Polri dalam menyosialisasikan uang rupiah emisi 2016. Dua instansi ini digandeng karena dinilai dapat memberikan kontribusi cukup besar dalam mengenalkan uang yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan uang baru ini selain untuk mengenalkan pada masyarakat juga guna meredam isu-isu yang tidak tepat. “Salah satunya adalah isu rectoverso. Ini murni metode pengaman rupiah, yang bila diterawang akan terlihat terbagi tiga dan berbentuk bulatan khusus yang merupakan lambang Bank Indonesia. Tidak terkait dengan hal lain,” ungkapnya, di sela acara ‘Sosialisasi Cara Identifikasi Keaslian Uang Rupiah Tahun Emisi 2016’ di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, kemarin.

Ia juga menegaskan, penerbitan uang rupiah tahun emisi 2016 ini telah sesuai dengan prosedur. Bahkan, fitur pengaman ditambah. Di antaranya dengan adanya rectoverso dan bahan uang yang diklaim lebih kuat dibanding tahun emisi sebelumnya. “Penambahan fitur-fitur pengaman ini bertujuan untuk menangkal pemalsuan uang rupiah. Dengan banyaknya fitur pengaman jadi lebih sulit kalau akan memalsukan,” ujarnya.

Namun demikian, karena terhitung baru, pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke berbagai pihak. Salah satunya Babinsa dan Babinkamtibmas dari pihak TNI dan Kepolisian. Mereka digandeng karena dinilai cukup banyak bersentuhan dengan masyarakat. “Kami berupaya melibatkan seluruh pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hari ini TNI Polri, dalam waktu dekat kami juga akan menggandeng ulama,” jelasnya.

Bank Indonesia resmi mengeluarkan dan mengedarkan sebelas pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 pada 19 Desember 2016. Kesebelas pecahan rupiah tersebut terdiri atas tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Uang kertas terdiri atas pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000 TE 2016. Sedangkan untuk uang logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200 dan Rp 100. (dna/smu)