LMP Turut Tolak SKTBH LMP Indonesia

374

PEKALONGAN – Markas Cabang Laskar Merah Putih Kota Pekalongan turut menolak Surat Keterangan Berbadan Hukum (SKTBH) dengan nomor AHU-0077.AH.01.07.Tahun 2016, yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Yang meresmikan ormas dengan nama Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMP) Indonesia. Untuk itu, mereka akan menggelar aksi besar-besaran di Jakarta, Kamis (12/1). Hal tersebut disampaikan, disela-sela rapat koordinasi bersama anggotanya menjelang demo besar di Kantor Kemenkumham, Selasa (10/1).

“Sesuai dengan perintah Ketua Umum kami H. Adek Erfil Manurung, kami Markas Cabang LMP Pekalongan juga turut menolak diterbitkannya SKTBH Ormas LMP Indonesia, karena nama yang mirip dengan kami,” tegas Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kota Pekalongan, H Andi Sumarwanto.

Dijelaskan Andi, pihaknya terpanggil untuk ikut aksi, karena menyakini bahwa SKTBH terkait ormas LMP Indonesia yang diterbitkan Kemenkumham menyalahi aturan. Karena memakai nama yang sama yaitu Laskar Merah Putih.

“Walaupun ada embel-embel Indonesia di belakangnya, itu tetap kami anggap sama,” sesalnya.

Untuk itu, pihaknya akan memenuhi undangan Markas Besar untuk melakukan aksi demo besar-besaran, bersama semua Markas Cabang se Indonesia. Yang akan mendatangi Kemenkumham, pada Kamis (12/1).

Padahal menurutnya, LMP yang berdiri sejak tahun 2000 tersebut, masih organisasi sah di bawah Kemenkumham. Sehingga jika ada organisasi baru dengan nama yang sama, menurutnya itu menyalahi hukum.

Kedatangannya ke Jakarta nanti akan membawa serta satu batalyon anggotanya. Yang terlebih dulu akan berkumpul di markas besar LMP di Jalan Jatinegara Jakarta. Baru kemudian akan bersama-sama dengan perwakilan markas lain, menggeruduk kantor Kemenkumham.

Dijelaskan lebih lanjut, Laskar Merah Putih sebelumnya telah resmi menjadi ormas paska adanya surat keputusan (SK) Kemenkumham No: AHU-00887.60.10.2014 tertanggal 24 Desember 2014, dengan Ketua Umum H Adek Erfil Manurung.

Namun belakangan justru Kemenkumham, mengeluarkan pengesahan dengan nama ormas yang sama yakni Laskar Merah Putih Indonesia dengan No SKTBH AHU-0077.AH.01.07 tahun 2016. “Munculnya pengesahan Laskar Merah Putih yang baru justru menimbulkan gesekan di arus bawah. Kami menyayangkan diterbitkannya SK dimaksud, dan justru akan memecah belah anak bangsa,” ujar Andi Sumarwanto. Pihaknya menambahkan, masing-masing pengurus markas daerah se-Indonesia telah siap berangkat ke Jakarta, termasuk Kota Pekalongan. (han/ric)