Februari Pendaftaran Perangkat Desa

Ada 461 Lowongan Di 202 Desa

14482

DEMAK– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak segera membuka pendaftaran calon perangkat desa pada awal Februari mendatang. Ada 461 lowongan perangkat desa tersebar di 202 desa di 14 kecamatan. Sebelumnya, desa desa terkait yang mengalami kekosongan perangkat telah mengusulkan untuk pengisian perangkat desa tersebut. Lowongan yang diusulkan lewat kecamatan ini meliputi sekdes, kaur, kadus maupun modin.

Asisten I Setda Pemkab Demak, AN Wahyudi mengungkapkan jika ada kekosongan jabatan perangkat desa, maka sesuai dengan aturan, kepala desa (kades) harus segera melaporkan dan mengusulkan untuk pengisiannya. “Jika tidak laporan, maka  ada sanksinya. Diantaranya penundaan penghasilan tetap (siltap) bagi kepala desa terkait. Ini sudah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2015,” katanya, kemarin.

AN Wahyudi mengatakan, laporan kekosongan itu diperlukan sehingga segera dapat terisi.  Adanya jabatan perangkat yang kosong tentu saja dapat mengganggu kinerja organisasi pemerintahan desa.  Karena itu, harus dilakukan pengisian. “Kalau kita melihat,  indikasinya  ada juga yang tidak melaporkan kekosongan jabatan perangkat itu sehingga bengkok desa dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang tidak benar,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan pengisian perangkat desa ini, pemkab hanya bersifat memfasilitasi panitia desa, termasuk dalam pembuatan rambu-rambu aturan main dan jadwal proses pendaftaran dan ujian bagi calon. Ini supaya proses berjalan kondusif. “Sekarang lagi proses final. Jika Perbup-nya (peraturan bupati) sudah siap, maka jadwal pendaftaran segera diluncurkan. Perkiraan awal Februari sudah bisa dilakukan proses pendaftaran,”ujarnya.

Menurut dia, untuk melancarkan proses rekruitmen perangkat desa ini, pemkab  telah membuat aturan main, termasuk aturan bekerjasama dengan pihak ketiga seperti dengan perguruan tinggi (PT) yang terakreditasi minimal B.

Menurutnya, persyaratan pendaftaran bagi calon perangkat desa tidak jauh dengan persyaratan rekruitmen sebelumnya. Yang berbeda adalah warga lain desa dapat kesempatan ikut mendaftar perangkat di desa lainnya. Meski demikian, ketika mereka berhasil lolos ujian, maka mereka harus berdomisili di desa tersebut bersama keluarganya. Jika dua bulan sejak terpilih jadi perangkat tidak bertempat tinggal di desa terkait, maka statusnya sebagai perangkat desa akan gugur dengan sendirinya. “Kalau yang dipilih adalah kepala dusun (kadus), jika jadi, ya kadus itu wajib tinggal di dusun tersebut,”katanya.

AN Wahyudi menambahkan, diperbolehannya warga lain desa ikut mendaftar di desa tertentu merupakan konsekuensi dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebutkan bahwa dalam pemilihan kades atau perangkat desa siapapun warga Negara dapat ikut mendaftar. (hib/zal)

BAGIKAN