SEMARANG – Televisi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) atau MAJT-TV segera direalisasikan. Rencananya, paling lambat awal Februari MAJT-TV sudah mengudara untuk kepentingan syiar Islam dan menyuarakan Islam Rahmatan Lilalamin yang penuh kedamaian.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara MAJT, MAJT-TV, Udinus dan TVKU di ruang serbaguna MAJT Jalan Gajahraya Semarang, beberapa waktu lalu. Naskah kerja sama ditandatangani oleh Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MSc, Ketua MAJT Dr H Noor Achmad MA, Dirut TVKU Dr Guruh Fadjar Sidiq dan Dirut MAJT-TV Drs Agus Fathuddin Yusuf MA.

Rektor Udinus pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa kerja sama tersebut akan menambah kekuatan jangkauan siaran TVKU melalui pemasangan transmitter di lingkungan MAJT. Seiring dengan era teknologi modern, dimana televisi, radio, internet dan media massa lainnya sangat dibutuhkan untuk memperluas jaringan dakwah Islam.

”Dakwah yang sudah dilakukan para kiai ulama dan mubalig sudah sangat luar biasa. Akan lebih hebat lagi, jika jangkauan pendengar dan jamaahnya disiarkan melalui televisi, radio dan jaringan media massa lainnya,” tuturnya.

Edi merasa bersyukur karena gagasan mendirikan stasiun televisi yang konsentrasi terhadap pengembangan dakwah Islam di Jawa Tengah segera terwujud melalui MAJT. ”Kami berharap umat Islam mendukung dan membantu mewujudkan ide gagasan ini,” katanya.

Dirut MAJT-TV, Agus Fathuddin Yusuf mengatakan, dalam masa uji coba siaran televisi MAJT mendapat kesempatan untuk mengudara selama dua jam setiap hari. ”Waktu yang tepat dua jam itu apakah pagi, siang, sore atau malam hari, sedang kami pelajari,” kata Agus.

Ditanya mengenai segmentasi pemirsa MAJT-TV, Agus mengatakan lebih fokus ke pondok pesantren, madrasah dan lembaga pendidikan, ormas Islam, pengusaha dan lain-lain. ”Semoga para pengusaha dan aghniya berkenan membantu dalam bentuk spot tayangan iklan,” katanya.

Beberapa perguruan tinggi, lembaga pendidikan, madrasah dan biro-biro umrah haji, menurut Agus, sudah menyatakan dukungannya dan siap bergabung dalam pendirian MAJT-TV.

Ketua MAJT Dr H Noor Achmad MA berharap kehadiran MAJT-TV bisa diterima masyarakat sebagai corong syiar Islam yang damai menyuarakan Islam Rahmatan Lilalamin. ”Fungsi media sebagai tempat pendidikan, menyampaikan informasi, hiburan dan kontrol sosial dan lain-lain tetap harus dijalankan meskipun fokusnya pada pengembangan dakwah Islam,” katanya.

Dia mengharapkan dukungan dari Pemprov Jawa Tengah, Kementerian Agama dan stakeholder di Jateng untuk pengembangan televisi MAJT tersebut. (ida/ce1)