SEMARANG – Dua pengurus Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) terpaksa dibantarkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jateng. Dua dokter kasus tuduhan dugaan pemalsuan dokumen RSIS tersebut dibantarkan lantaran mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pemeriksaan.

Dua orang yang dibantarkan masing-masing bernama Muhammad Djufrie, 79, dan Amin Romas, 78 tahun. Menjalani pemeriksaan oleh penyidik atas kasus tuduhan pemalsuan dokumen dalam pengurusan surat wakaf RSIS Solo di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.

”Dibantarkan beberapa hari yang lalu. Keduanya sakit saat menjalani penahanan di Mapolda Jateng,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova, Selasa (10/1) kemarin.

Pada dugaan kasus tersebut, keduanya ditangkap aparat Polda pada Kamis (6/1) kemarin. Namun Djarod enggan membeberkan keterangan terkait gangguan kesehatan yang dialami dua orang tersebut. ”Keduanya (dokter) itu sudah berusia lanjut, rentan terserang penyakit,” jelasnya.

Pasca ditangkap, pihak keluarga tersangka ini telah mengajukan penangguhan penahanan. Namun, permohonan dari pihak keluarga hingga kini belum disetujui oleh Polda Jateng. ”Seharusnya nggak perlu mengajukan penangguhan penahanan. Toh, keduanya saat ini juga dibantarkan di RS Bhayangkara jadi kesehatannya juga terjamin,” ujarnya.

Djarod menambahkan kedua tersangka saat ini sudah menjalani pemeriksaan tahap kedua sebagai tersangka terkait dugaan kasus tersebut. Sesuai rencana, berkas pemeriksaan keduanya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) pada Kamis (12/1) nanti. ”Dalam waktu dekat ini berkasnya segera dilimpahkan,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)