Bunuh Korban dalam 45 Adegan

363

BATANG – Satreskrim Polres Batang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menimpa Tumina, 47, warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang, yang terjadi pada 10 Desember 2016 lalu. Dalam rekonstruksi tersebut, terbukti jika tersangka Ahmad Wahidi, 30, alias Amed yang tak lain merupakan tetangga sendiri telah menghabisi nyawa korban dengan sadis.

Sejak awal gelar rekonstruksi, tersangka memperagakan mulai dari korban menemuinya untuk menagih hutang hingga korban dibuang di daerah Bulu, Banyuputih. Terlihat sejak awal tersangka bertemu korban dan ditagih hutang. Kemudian keduanya sempat terlibat cekcok karena korban terus memaki tersangka.

Setelah itu, korban selanjutnya masuk ke rumah tersangka dan menuju dapur hingga tersangka yang tidak terima mendapat cemoohan dari korban naik pitam dan mengambil sebatang kayu bakar yang kemudian dipukulkan tepat di bagian belakang leher korban. Korban yang mendapat pukulan tersebut langsung jatuh tersungkur, kemudian pelaku mengambil seutas tali dan mencekik leher korban dengan tali tersebut.

Tersangka sendiri kemudian mengambil dua buah karung yang ada di gudang untuk membungkus korban. Sebelum membungkus korban, tersangka menutup mulut dan hidung dengan kerudung korban. Selanjutnya korban dimasukkan dalam dua buah karung dari bagian atas dan bawah. Tersangka kemudian memukul korban di bagian dahi, rahang, dada dan ulu hati untuk memastikan korban sudah tewas.

Korban sendiri akhirnya diseret tersangka ke garasi mobil. Sedangkan tersangka kemudian mencuci kayu bekas darah korban serta mengepel semua lantai yang terdapat bercak darah. Setelah bersih, tersangka kembali ke garasi mobil dan memasukkan korban ke bagasi mobil Toyota Kijang LGX dengan Nopol G 9377 FC dan langsung keluar rumah untuk membuang korban di daerah Desa Bulu, Kecamatan Banyuputih.

Kasat Reskrim Polres Batang AKP Suhadi SH, mengatakan, pembunuhan yang dilakukan tersangka Amed terjadi di rumahnya pada saat korban menagih hutang Sabtu (10/12) lalu. Tersangka sendiri nekat membunuh korban karena tidak terima ditagih hutang dan dimaki-maki oleh korban, sehingga pelaku gelap mata. “Rekonstruksi ini dilakukan untuk menguatkan jaksa apakah benar tersangka telah melakukan pembunuhan terhadap korban Tuminah,” tutur Suhadi.

Dalam rekonstruksi tersebut, diketahui jika pembunuhan yang dilakukan tersangka sangat sadis. Tersangka membunuh korban dengan cara memukul berkali-kali hingga dimasukkan ke dalam karung plastik dan membuangnya di hutan. Selain itu, terungkap jika tersangka melakukan pembunuhan tersebut seorang diri ketika korban menagih hutang.

Dari rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan 45 adegan. Mulai dari korban mendatangi rumah tersangka, korban dibunuh dan dimasukkan dalam karung serta tersangka membuang korban di hutan masuk Desa Bulu, Kecamatan Banyuputih. “Kami tidak menggelar di rumah tersangka, karena tidak ingin terjadi keributan akibat keluarga korban tidak terima dengan perbuatan tersangka,” katanya. (mg20/ric)