Awal Februari 4 Pasar Optimal

338

SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menargetkan sejumlah pasar yang telah direvitalisasi sudah berfungsi optimal awal Februari 2017. Artinya pedagang sudah masuk ke bangunan baru. Seperti Pasar Bulu, Peterongan, Rejomulyo, dan Purwogondo.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto, setelah beberapa hari terakhir memastikan kesiapan kondisi sejumlah pasar tradisional. ”Kami sudah mengunjungi sejumlah pasar dan mengumpulkan pedagang. Sejumlah masukan pedagang terkait kondisi pasar akan kami penuhi sesuai anggaran yang ada,” terang Fajar usai beraudiensi dengan pedagang Pasar Bulu, Selasa (10/1).

Fajar mengklaim, untuk Pasar Bulu mulai basement hingga lantai II sudah tidak ada persoalan. Pedagang sudah menempati kios sesuai aturan yang ada. Hanya saja di lantai III masih butuh persiapan pembangunan kios. Lantai III yang sebelumnya diperuntukkan pedagang kuliner akan ditempati pedagang buku, aksesori, HP, mainan anak, dan senapan angin. ”Ada 50 pedagang yang akan menempati lantai III ini. Mulai buku, mainan anak, dan aksesori. Semua sudah kesepakatan PPJP (paguyuban pedagang dan jasa pasar),” katanya.

Pembangunan kios, lanjut Fajar, akan dilakukan secara swadaya. Hal tersebut sesuai kesepakatan pedagang. Sebab, jika menunggu anggaran dari pemkot untuk pembangunan kios, terlalu lama. Harus menunggu anggaran perubahan. ”Kalau kita anggarkan tidak bisa cepat, sekitar bulan November-Desember itu terlalu lama. Sehingga mereka swadaya. Dan mereka minta waktu setengah bulan untuk membangun kios secara swadaya, paling tidak awal Februari sudah masuk,” terangnya.

Ketua PPJP Bulu, Suyanto mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan pembangunan kios secara swadaya, sebab memang hasil kesepakatan bersama. Akan ada 50 pedagang yang menempati lantai II. Mereka berasal dari pedagang Johar, Matahari, dan pedagang pindahan dari pasar lain. ”Hanya saja kami minta dinas memperbaiki musala yang ada, karena tidak memenuhi syarat, belum ada tempat wudu. Atap juga bocor,” terangnya. ”Akses jalan naik juga masih kurang, perlu penambahan,” timpal Dedy Sudiardi, pengurus PPJP.

Fajar menambahkan, selain Pasar Bulu, pihaknya juga meminta pedagang Pasar Peterongan sudah menempati bangunan baru (konservasi) pada 14 Januari. Kemudian Pasar Purwogondo ditarget 16 Januari mendatang. ”Untuk pedagang di tiga pasar, seperti Peterongan, Purwogondo, dan Dargo, tanggal 31 Januari bisa masuk semua,” tegasnya.

Disinggung mengenai pedagang Pasar Rejomulyo apakah bisa sesuai target akhir bulan ini, Fajar menyatakan, memang belum bisa semua pedagang mau masuk ke bangunan baru, khususnya pedagang ikan basah. ”Plus minus itu wajar, tapi jangan sampai pasar yang sudah dibangun itu mangkrak. Untuk Rejomulyo, pedagang bumbon dan ikan asin harus sudah masuk pada tanggal 31 Januari. Tapi untuk pedagang ikan basah memang ada perlakuan khusus, karena memang terkendala bongkar muat. Kita akan penuhi kekurangan dengan anggaran yang ada agar mereka mau masuk,” tandasnya.

Fajar menegaskan, pedagang yang tidak menempati kios selama tiga bulan, maka Dinas Perdagangan akan mengambil alih dan menyerahkan kepada pedagang yang mau menempati. ”Saya juga tegaskan tidak boleh jual beli lapak. Kalau sampai ada, akan saya cabut izinnya. Termasuk oknum dinas yang terlibat, akan diberi sanksi,” imbuhnya. (zal/ce1)