Kembangkan UKM, Beri Modal Lunak

586

BALAI KOTA – Pemkot Semarang akan memberikan pinjaman modal lunak dengan bunga rendah sebesar 3 persen kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang.

Hal itu diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan modal untuk mendorong usaha mandiri. Tak tanggung-tanggung, nilai pinjaman modal yang disiapkan Rp 50 juta. Program ini tak terlepas dari tindak lanjut program kampung tematik yang telah digulirkan sejak 2016 lalu. ”Melalui program pinjaman bunga rendah ini, saya berharap para pelaku UMKM di kampung-kampung bisa berkembang karena adanya tambahan modal usaha,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin.

Sejauh ini pihaknya mengaku kerap menerima keluhan hambatan dari warga, atas sulitnya mencari permodalan usaha. ”Keterbatasan modal ini menjadi salah satu hambatan masyarakat untuk mengembangkan usaha. Sehingga pinjaman dengan bunga rendah ini menjadi salah satu solusi yang kami tawarkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Dengan bantuan modal ini diharapkan usaha-usaha milik masyarakan bisa berkembang. Tentu saja akan tercipta lapangan kerja yang mengurangi tingkat kemiskinan di Kota Semarang. ”Kesejahteraan masyarakat pun meningkat. Tidak menutup kemungkinan, memacu lahirnya wirausahawan-wirausahawan baru. Pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang akan meningkat,” katanya.

Sejauh ini, masalah pengangguran dan kemiskinan di Kota Semarang masih menjadi persoalan yang harus mendapatkan penanganan serius. Berdasarkan data BPS, mengacu pada Basis Pemutahiran Data Terpadu (BPDT) 2015, jumlah rumah tangga miskin di Kota Semarang mencapai 77.978 rumah tangga miskin (RTM) atau berkisar 5 persen dari total penduduk. Untuk itu, Pemkot Semarang dituntut dapat melakukan penanganan konkret agar masalah tersebut tertangani. ”Penanganan yang kami lakukan salah satunya dengan adanya kampung tematik, sehingga mendorong tumbuhnya UMKM,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Setyawati mengatakan, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, jumlah binaan UMKM saat ini mencapai 11.692 unit usaha. Sedangkan tenaga kerja yang mampu diserap mencapai 19.042 orang. ”Sehingga adanya program pinjaman lunak ini diharapkan bisa membantu masyarakat. Waktu yang ditetapkan untuk melakukan angsuran juga relatif lama, yakni 2 tahun,” katanya.

Lebih lanjut, terkait bagaimana cara agar bisa memperoleh pinjaman lunak tersebut, Litani menjelaskan warga yang berminat meminjam modal bisa langsung mencari informasi di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. ”Pinjaman Rp 5 juta, tidak perlu pusing menyerahkan agunan,” katanya. (amu/zal/ce1)