BATANG-Kondisi kesehatan balita di Kabupaten Batang masih banyak yang membutuhkan perhatian pemerintah. Berdasarkan catatan angka kesehatan, jumlah anak yang kurang gizi masih di atas rata-rata di Jawa Tengah, yakni 19 persen. Begitu juga dengan anak-anak yang kurus, sehingga perlu ada perhatian dari orang tua dalam perbaikan gizi.

Hal tersebut terungkap saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kampung Nelayan Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang sekaligus memberikan makanan tambahan berupa biskuit kepada ibu hamil dan anak sekolah, Senin (9/1) kemarin.

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek juga mengatakan berdasar data, jumlah anak-anak dengan status kekurangan gizi di Kabupaten Batang masih relatif cukup tinggi. “Kondisi kurang gizi di Kabupaten Batang lebih tinggi hingga 19 persen, meski ada perbaikan, namun jumlah tersebut lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Tengah sebanyak 16 persen,” terang Nila.

Untuk itu, pemerintah memberikan makanan tambahan bagi anak-anak dan ibu hamil. Masyarakat sendiri masih punya mitos, yakni pantang makan ikan, padahal banyak proteinnya, sehingga banyak masyarakat terutama ibu hamil yang kekurangan darah dan mudah kejang.

“Angka kematian ibu di Batang naik, padahal banyak pos kesehatan. Seharusnya bisa lebih dimanfaatkan. Kami harap, ibu-ibu bisa ikut program KB untuk menurunkan jumlah angka kematian ibu,” katanya.

Presiden Jokowi saat di kampung nelayan mengingatkan kepada ibu hamil dengan usia kehamilan 1-3 bulan untuk mengonsumsi biskuit dua keping per hari, usia kehamilan 4-8 bulan mengonsumsi tiga keping/hari, anak usia satu tahun enam keping/hari dan satu tahun hingga lima tahun 12 keping/ hari. “Kami minta gizi anak-anak terjamin. Selain itu, ibu hamil juga perlu sumber protein daging, ikan dan telur,” katanya.

Presiden berharap pemberian makanan tambahan pada anak usia sekolah dan ibu hamil ini agar anak bisa pandai dan tumbuh normal. Negara berharap anak-anak bisa pandai dan sehat agar dapat bersaing dengan negara lain, karena dalam kurun 10 tahun hingga 20 tahun ke depan, kita menghadapi persaingan yang berat sekali. “Oleh karena itu, pemerintah memberikan makanan tambahan agar gizi mereka bisa terjamin dan dapat bersaing dengan negara lain,” tegas Jokowi.

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, melaporkan, di tahun 2016 Kabupaten Batang yang dulu sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah nomor dua, data dari survai BPS tahun 2016 Kabupaten Batang sudah bisa lepas dari kemiskinan di Jawa Tengah. “Bahkan, Batang bisa meninggalkan lima belas kota Kabupaten lain di Jawa Tengah yang masih kategori miskin,” jelas Yoyok.

Di tahun 2016 kemarin, jumlah ibu hamil di Kabupaten Batang kurang lebih 13.337 orang dan 59.348 balita. Penderita gizi buruk ada 36 anak. “Saya yakin bahwa sebetulnya masih banyak lainnya yang belum terdata,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa protein dalam ikan itu sangat penting untuk dikonsumsi. “Ikan harus dikonsumsi para ibu hamil,” serunya saat memberikan sambutan.

Presiden juga menjelaskan bahwa negara gencar melakukan program ini, karena modal untuk bersaing dengan negara lain adalah sumber daya manusianya. Untuk itu, anak-anak harus pintar dan cerdas. “Sehingga harus disiapkan dari sekarang, bahkan sebelum lahir,” tandasnya.

Dalam kesempatan kemarin, Presiden Jokowi juga memberikan penjelasan cara mengonsumsi biskuit yang dibagikan untuk ibu hamil, balita hingga pelajar. Namun hal yang paling ditunggu masyarakat adalah bagi-bagi hadiah yang kerap dilakukan presiden, berupa 3 buah sepeda gunung.

Salah satunya adalah siswa kelas 5 SD Karangasem 08, dengan sedikit gemetaran dan grogi, ditantang Presiden untuk melafalkan Pancasila. Sempat salah ucap sila ketiga dengan sila kedua, namun tetap lancar melafalkan kelima sila. Sehingga Presiden memberikan hadiah sepeda gunung.

Hal yang sama diterima Warsini Brokoh Wonotunggal. Ibu hamil 8 bulan ini sukses menjawab 4 makanan yang mengandung protein tinggi. Satu lagi, Maria yang menggendong bayinya, sukses menjawab pertanyaan presiden jumlah 4 provinsi di Indonesia, sehingga keduanya mendapatkan sepeda gunung juga.
Setelah acara di Klidang Lor, Presiden melanjutkan peninjauan tol Batang-Semarang. (mg20/han/ida)