Warga Miskin di Jateng Menurun

164

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat terjadi penurunan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebesar 13,19 persen pada periode perhitungan 6 bulan terakhir. Yaitu dari 13,14 ribu orang pada Maret 2016 menjadi 12,03 ribu orang pada September tahun lalu.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jawa Tengah, Erisman mengatakan, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. “Selama periode Maret – September lalu, garis kemiskinan naik sebesar 1,7 persen. Yaitu dari Rp 317.248,- per kapita per bulan pada Maret menjadi Rp 322.748,- pada September,” ujarnya, kemarin.

Garis kemiskinan ini terbesar dipengaruhi oleh komoditi makanan dibandingkan komoditi bukan makanan. Yaitu sebesar 73,25 presen. Diantaranya beras yang memberikan sumbangan terbesar pertama dan rokok yang memberikan sumbangan terbesar kedua.

Kemudian, untuk penduduk miskin terbanyak berada pada daerah pedesaan. Yaitu sebanyak 2,61 juta orang atau 14,88 persen. Sedangkan di daerah perkotaan penduduk miskin sebanyak 1,88 juta atau 11,38 persen.

Persebaran penduduk miskin yang lebih banyak di pedesaan ditengarai karena sebagian besar penduduk desa bermatapencaharian di sektor pertanian. Sementara upah di sektor tersebut cenderung rendah.

“Kalau pun memiliki lahan, kebanyakan sempit. Berdasarkan data, 96 persen petani memiliki lahan dibawah setengah hektare. Dengan lahan sempit ini agak sulit dalam meningkatkan pendapatan,”ujarnya. (dna/zal)