SEMARANG — Ribuan umat Tri Dharma menjalankan ritual Po Un atau tolak bala di Kelenteng Budi Luhur Sakti, Tanjung Mas, Minggu (8/1) Ritual dilakukan dengan membakar replika kapal naga raksasa. Sebelumnya, umat juga melakukan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pandhita Romo Pek Kin.

Dalam ritual tersebut, umat yang memiliki shio yang jiong pada tahun ayam 2568 diminta mengikuti ritual tersebut. Dengan ikut ritual, harapannya kemudahan akan dicapai, baik menyangkut kesejahteraan, rezeki maupun jodoh. ”Yang mengikuti ritual tidak hanya mereka yang jiong saja, tetapi mereka yang tidak jiong juga ikut,” ungkap Ketua Panitia Po Un, Tan Giok Lee.

Lebih lanjut dia mengatakan mereka yang mengikuti ritual Po Un tidak hanya warga Kota Semarang, tetapi juga dari berbagai provinsi serta negara. Para peserta ada yang keluarganya di sana, kemudian didaftarkan mengikuti Po Un. ”Ada yang orang tuanya dari Amerika Serikat dan Singapura. Mereka diikutkan ritual tolak bala,” katanya.

Untuk upacara Po Un ini dilaksanakan setiap tahun di halaman kelenteng. Yaitu dengan cara umat menuliskan harapan dan cita-citanya agar di tahun Ayam selalu sukses, banyak rezeki serta tidak ada kendala.

Beberapa shio yang jiong pada tahun Ayam ini di antaranya shio Ayam itu sendiri, kemudian shio Kelinci, Babi, Ular, Kerbau serta Kambing. (hid/ric/ce1)