Tergiur PNS Instan, Rp 445 Juta Melayang

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Tergiur dengan tawaran menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui jalur pintas, dua warga Lamper Tengah, Semarang Selatan, harus rela kehilangan uang Rp 445 juta.

Mereka adalah Ratuti, 24, dan Sukardi, 25. Merasa tertipu, keduanya melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Minggu (8/1). Mereka melaporkan warga Banyumanik bernama Suprapto, 50, tarkait dugaan kasus penipuan.

Pada laporanya, dugaan penipuan ini bermula ketika kedua korban bertemu dengan terlapor yang sudah lama dikenalnya. Hingga akhirnya terjadi obrolan dan mengutarakan bisa menjadikan PNS di lingkungan Pemprov Jateng tanpa melalui proses rumit.

”Saat itu, Pak Suprapto menyatakan sanggup untuk memasukkan kami sebagai PNS tanpa melalui prosedur tes secara umum,” ungkap Sukardi saat pelaporan di SPKT.

Setelah terbujuk oleh rayuan pelaku, korban pun menyanggupi permintaan terlapor yang meminta sejumlah uang untuk memuluskan pendaftaran PNS ’instan’. Hingga akhirnya Sukardi juga mengajak rekannya Ratuti dan keduanya menyerahkan total uang mencapai ratusan juta. ”Uang sudah diserahkan sejak Mei 2013, sebesar Rp 445 juta,” jelasnya.

Rupanya kedua korban yang mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 445 juta kepada Suprapto tidak juga mendapat panggilan atau diterima menjadi PNS. Hingga akhirnya keduanya memilih jalur hukum lantaran terlapor tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

”Tidak ada niatan dari terlapor untuk mengembalikan uang, maka saya lapor polisi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan kasus pelaporan ini masih dalam proses penyidikan Sat Reskrim Polrestabes Semarang. ”Pelaporan ini masih didalami dan penyelidikan. Jika memang unsur pidananya terpenuhi, maka proses akan ditindaklanjuti,” katanya.

Suwarna juga mengimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati terhadap modus penipuan dengan dalih bisa mempekerjakan seseorang menjadi PNS tanpa melalui prosedur jelas. Terlebih lagi dengan memungut sejumlah uang. (mha/zal/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -