33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Satgas Saber Pungli Belum Terbentuk

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Hingga minggu ini, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) wilayah Kabupaten Semarang belum terbentuk.

Menurut Bupati Semarang, Mundjirin, waktu penyiapan pembentukan satgas bersamaan dengan penataan organisasi perangkat daerah (OPD) mengacu PP No 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

“Di sini memang belum terbentuk. Kemarin saya membentuk panitia konflik sosial, sudah selesai, ada surat dari Mendagri untuk segera bentuk Satgas Saber Pungli. Saat kita dapat surat itu, kita menghadapi mutasi-mutasi,” ungkap Mundjirin, Minggu (8/1).

Meski belum terbentuk, namun Mundjirin mengaku draft SK Bupati yang akan menjadi payung hukum pembentukan dan tugas Satgas Saber Pungli sudah siap. “Ini saya sudah instruksikan, diskusi dengan Pak Sekda untuk bentuk. Mudah-mudahan minggu ini SK-nya sudah keluar,” katanya.

Akhir 2016 lalu merupakan batas akhir pembentukan Satgas Saber Pungli untuk semua daerah di Indonesia. Namun hingga kini pembentukann di Kabupaten Semarang tak kunjung dilakukan.

Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, membenarkan draft SK Satgas Saber Pungli sudah tersusun, tinggal mengesahkan dan mengundangkan di lembaran negara.

“Sudah di Bagian Hukum. Malah sekarang sudah naik, tinggal mengesahkan dan mengundangkan. Dua hari lalu (draft) sudah saya paraf,” kata Sekda yang akrab disapa Soni itu.

Dalam draft tersebut, Bupati Semarang dan Kapolres Semarang akan didapuk sebagai penanggungjawab. Ketua Satgas dipercayakan ke Wakapolres Semarang dibantu Inspektur di lingkungan Pemkab Semarang sebagai wakilnya. “Anggotanya gabungan, di antaranya dari dua instansi itu (pemkab dan polres). Di situ ada Asisten I Setda, unsur inspektorat hingga reskrim,” tutur Soni.

Terkait tugas dari anggota satgas nantinya akan dibagi per seksi sesuai dengan kewenangan masing-masing. “Ada yang pencegahan sampai penindakan,” katanya. Terkait tugas pencegahan lebih banyak ditangani anggota satgas dari unsur pemerintahan.

Salah satu hal yang akan dicermati adalah kesesuaian regulasi dengan kondisi terkini di masyarakat. Salah satu contoh adalah persoalan tarif parkir. Realita di lapangan, juru parkir menarik Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 mobil. “Kemarin sudah kita lihar perdanya Rp 500 untuk motor dan Rp 1.000 untuk mobil. Ini contoh aturan-aturan yang mungkin akan dievaluasi, belum mengikuti perkembangan terkini. Kalau memang tidak sesuai kita cabut. Kalau ada perilaku yang tidak benar, ya kita larang. Diingatkan tetap ndablek ya disanksi,” tegasnya.

Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) RI Kabupaten Semarang, Husein Abdullah, mendesak Pemkab Semarang segera merealisasikan pembentukan Satgas Saber Pungli sesuai instruksi pemerintah pusat. Apalagi wilayah Kabupaten Semarang marak dengan kegiatan pungli maupun perilaku koruptif lain.

“Pungli atau perilaku koruptif di Kabupaten Semarang ini sudah menjadi rahasia umum. Sudah minim inovasi pembangunan, kalah dengan daerah lain, masih juga belum ada Satgas Saber Pungli, tentu ini jadi ironi dengan semangat pemberantasan korupsi yang digaungkan pemerintah,” katanya. (ewb/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lima Kelompok PKL Segera Pindahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menargetkan 31 Januari 2018 para PKL di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, terutama di wilayah Rejosari, Bugangan,...

Kelulusan Ditentukan Sekolah

DEMAK - Ujian nasional (unas) sekolah dasar diawasi ketat oleh para guru dengan sistem silang. Mereka berasal dari guru SD dan MI. Kepala Dinas Pendidikan...

Perajin Ingin Ida Populerkan Sarung Goyor

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG - Perajin sarung goyor di Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang berkesempatan berdialog dengan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah, Sabtu...

Nonton Liga Champhions Sendirian

Akhirnya baru pada tahun 2018 ini Dahlan Iskan punya wesite pribadi. Namanya ”disway”. Memang begitu banyak blog dan sejenisnya yang menggunakan nama Dahlan Iskan atau...

25.590 Warga Belum Rekam E-KTP

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Distribusi blangko E-KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menjadi kendala. Hal itu dikatakan Kabid Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Semarang Agus Saryanto. Dikatakannya,...

Zakat Baznas Tembus Rp 3,25 Miliar

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Demak hingga kini telah berhasil menghimpun dana zakat dari masyarakat dan kalangan pegawai negeri sipil (PNS)...