PSIS Wajib Tampil Konsisten

DU 2017 Bakal Degradasi Besar-besaran

473

SEMARANG – Rencana perhelatan kompetisi sepak bola Indonesia di semua kasta telah dibeberkan dalam gelaran kongres tahunan PSSI yang digelar di Bandung sepanjang Hari Minggu (8/1) kemarin.

Dalam kongres kemarin, Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho dihubungi mengatakan juga dipaparkan rencana regulasi yang akan digunakan dalam kompetisi musim 2017 termasuk regulasi mengenai promosi dan degradasi di semua kasta kompetisi.

Yang menarik adalah rencana regulasi di kompetisi Divisi Utama (DU) dimana nantinya tiga tim terbaik di kompetisi kasta kedua musim 2017 ini berhak promosi ke Indonesian Super League (ISL) musim berikutnya,”Untuk ISL akan ada tiga tim yang degradasi,” sambungnya.

Namun, operator kompetisi yang rencananya akan kembali dipegang oleh PT Liga Indonesia akan memberlakukan sistem degradasi besar-besaran di level Divisi Utama dimana pada musim 2018 mendatang hanya akan ada 24 tim yang akan tampil di Divisi Utama dan akan dibagi dalam dua wilayah pertandingan.

Padahal, musim 2017 ini tercatat sebanyak 64 tim ditambah satu tim Persebaya yang memiliki hak untuk tampil di Divisi Utama. Dengan begitu akan ada sekitar 40 tim Divisi Utama musim ini yang akan degradasi ke Liga Nusantara (Linus) pada musim 2018.

“Dengan asumsi hanya ada 24 tim yang akan berlaga di kompetisi DU 2018, berarti musim ini akan ada degradasi yang cukup banyak. Meskipun masih akan ada rapat lanjutan untuk memastikan semua regulasi, namun yang jelas semua tim DU musim ini dituntut tampil konsisten sepanjang kompetisi,” beber Agung.

Sedangkan untuk kick off, Agung menambakan, kompetisi kasta tertinggi rencananya akan diputar pada 23 Maret 2017.“Kemudian untuk Divisi Utama dan Linus akan digulirkan akhir Maret atau awal April, pokoknya waktunya hampir serentak. Untuk masalah nama liga akan dibicarakan lebih lanjut,” kata Setyo Agung kemarin.

Sementara terpisah, CEO PT Mahesa Jenar Semarang, AS Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi mengatakan dalam kongres kemarin, PSSI akhirnya menunda agenda pengampunan sangsi perseorangan.

Seperti diketahui, PSIS sebenarnya berharap PSSI bisa segera mencabut sangsi perseorangan kepada pemain, official serta manajemen tim yang dihukum lantaran dianggap terlibat dalam sepak bola gajah musim 2014 lalu.

“Namun akhirnya PSSI tidak memasukkan agenda pengampunan tersebut dan hanya membahas pengampunan sangsi klub bermasalah serta pengampunan perseorangan untuk pengurus yang beberapa waktu lalu mendapatkan snagsi,” terangnya.

Solusinya, Yoyok Sukawi mengatakan, PSSI akan memberikan kesempatan untuk peninjauan ulang sangsi perseorangan pada rapat Exco yang akan digelar setelah kongres tahunan. “Pertimbanganya karena yang mengajukan peninjauan ulang sangai itu kan banyak sekali. Selain yang dianggap terlibat sepak bola gajah, ada juga yang disangsi karena terlibat penganiayaan, match fixing dan lain-lain. Jadi PSSI butuh pendalaman untuk peninjauan ulang,” sambungnya.

Pria yang juga menjadi salah satu anggota Exco PSSI itu cukup optimistis akan ada perkembangan baik terhadap pemain-pemain, official serta manajemen PSIS yang saat ini tengah terbelit sangsi personal.

“Paling tidak sebelum konpetisi bergulir kami berharap sudah ada kejelasan soal peninjauan kembali sangsi tersebut sehingga di kompetisi baru baik pemain maupun pelatih sudah bisa melanjutkan karier mereka di sepak bola Indonesia,” bebernya. (bas)