Pedagang Ikan Tak Mau Pindah

310

SEMARANG – Berulangkali negosiasi, polemik pemindahan pedagang ikan basah Pasar Rejomulyo Semarang masih saja belum berhasil. Para pedagang tetap tidak mau pindah selama tuntutannya untuk meminta fasilitas sesuai kebutuhan tak dipenuhi oleh Pemkot Semarang.

Dinas Perdagangan Kota Semarang yang telah memiliki kepala dinas baru pun kesulitan memindahkan pedagang ikan basah tersebut. ”Setelah kami amati,  ternyata untuk memasukkan pedagang ikan basah ke pasar baru mengalami kesulitan. Salah satu penyebabnya karena luasan dan fasilitas yang kami berikan di sana dinilai kurang memenuhi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Maka dari itu, pihaknya mengaku akan melaporkan kondisi tersebut kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Pihaknya mengaku akan mencari alternatif baru dengan melakukan komunikasi internal. Pada Sabtu malam (7/1) lalu, Dinas Perdagangan Kota Semarang juga telah mengumpulkan perwakilan pedagang Pasar Rejomulyo untuk membicarakan hal tersebut.

”Kami tetap meminta para pedagang bisa menempati bangunan Pasar Rejomulyo baru. Kami beri deadline minggu ketiga (Januari) semua pedagang harus sudah pindah ke bangunan baru, kecuali pedagang ikan basah,” tegasnya.

Dijelaskannya, permasalahan yang masih mengganjal hanya untuk pedagang ikan basah, karena fasilitas kurang memadai. Sedangkan untuk pedagang lain seperti pedagang bumbon dan pedagang ikan asin tidak ada masalah. Untuk permasalahan dasaran pedagang ikan asin yakni spesifikasi yang dianggap tidak sesuai, Fajar mengaku telah klir. ”Kami memberi opsi dan memperbolehkan pedagang ikan asin membangun dasaran berbahan kayu. Pedagang ikan dasarannya harus kayu. Nanti konsep pembuatannya akan dibantu dinas perdagangan karena harus seragam biar rapi,” katanya.

Ia memberi waktu hingga Sabtu pekan depan, semua pedagang bumbon dan pedagang ikan asin harus sudah menempati tempat baru. ”Mereka saya minta untuk swadaya,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Suwanto mengatakan, pihaknya setuju untuk pedagang ikan asin dan bumbon dilakukan pemindahan terlebih dahulu. Sedangkan untuk pedagang ikan basah, pihaknya meminta agar dinas perdagangan mencari alternatif solusi atas fasilitas yang saat ini kurang layak. (amu/ric/ce1)