SEMARANG – Dua bandar narkoba berhasil diringkus aparat Ditresnarkoba Polda Jateng. Barang bukti yang diamankan yakni sabu seberat 30 gram. Dua bandar ini merupakan jaringan narkoba yang dikendalikan oleh napi yang mendekam di dalam sel Nusakambangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, dua bandar masing-masing berinisial SP, dan S alias B. Keduanya tinggal di wilayah Sragen, dan berhasil ditangkap di Sragen Sabtu (7/1) sekitar pukul 13.15.

”BB (barang bukti) yang diamankan 30 gram sabu, 1 unit mobil, HP, alat untuk nyabu serta timbangan. Serta uang Rp 2 juta lebih dari tangan tersangka,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova.

Djarod menjelaskan petugas mendapat informasi adanya transaksi narkoba di wilayah Sragen. Hasil tindak lanjut tersebut, petugas mencurigai adanya kendaraan roda empat yang melintas di jalan Solo Raya dikemudikan oleh tersangka SP.
”Tim juga sempat mengeluarkan tembakan peringatan karena tersangka mau melarikan diri. Lalu mobilnya ditembak pada bagian ban,” jelasnya.

Pada aksi penangkapan siang hari tersebut, tersangka SP juga sempat berusaha menghilangkan barang bukti tersebut dengan cara dibuang. Namun, berkat kejelian petugas berhasil menemukan barang bukti sabu 30 gram milik tersangka SP.

”Setelah tersangka SP diamankan, dari pengembangan petugas menangkap tersangka lain berinisial S alias B berperan sebagai bandar. Tersangka ini ditangkap di kontrakannya di daerah Matesih Kecamatan Sragen Tengah,” katanya.

Hasil pemeriksaan juga menyebutkan bahwa dua tersangka yang diamankan ini merupakan bandar narkoba wilayah Sragen. Keduanya diduga memiliki jaringan narkoba oleh napi yang menghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. ”Dua tersangka ini bandar. Diduga peredaran dikendalikan oleh napi Nusakambangan,” terangnya.

Tersangka SP warga Kecamatan Masaran Sragen ini merupakan residivis dengan kasus yang sama. Keduanya akan dijerat UU Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. ”Tersangka SP ini juga baru keluar dari LP, kasus narkoba,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)