SEMARANG – Kasus kebakaran pasar tradisional beberapa kali terjadi di Kota Semarang. Hal ini membuat Dinas Perdagangan Kota Semarang waspada. Pengganti Dinas Pasar ini pun menyiapkan sejumlah terobosan baru. Di antaranya, pembentukan tim keamanan dan ketertiban bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan operasi yustisi. Lewat operasi yustisi tersebut akan dilakukan pemeriksaan secara rutin. Termasuk penertiban instalasi listrik di kios-kios pasar tradisional sesuai dengan aturan.

”Kami akan aktifkan kembali tim keamanan dan ketertiban dengan melibatkan kepolisian. Akan ada pemeriksaan instalasi listrik secara rutin di kios-kios pasar tradisional,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakannya, selama ini banyak kejadian kebakaran pasar tradisional di Kota Semarang disebabkan korsleting arus listrik. ”Banyak pedagang tidak tertib. Seringkali mereka menyambung atau menyalur listrik ke lima hingga tujuh kios. Hal itu tidak boleh dibiarkan. Pedagang harus tertib, jika ketahuan oleh tim yustisi nanti pedagang kami berikan sanksi pemutusan jaringan,” tegasnya.

Hal itu, kata Fajar, sebagai upaya mengantisipasi agar peristiwa kebakaran pasar tradisional di Kota Semarang tidak terjadi lagi. ”Jangan sampai ada jaringan listrik yang menyalahi aturan. Operasi ini juga untuk administrasi agar semua saluran listrik di pasar jelas peruntukannya. Biasanya instalasi yang seharusnya digunakan untuk satu kios tapi malah disalurkan ke banyak kios. Hal itu mengakibatkan kelebihan muatan,” katanya.

Dikatakan Fajar, pihaknya nanti akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Apabila nanti ditemukan ada pedagang melakukan pelanggaran terhadap pemasangan instalasi listrik, maka akan dilakukan penertiban. Termasuk jika diketahui adanya penyambungan ilegal nanti kepolisian akan menindaklanjuti. ”Kami akan lakukan tindakan tegas kepada pedagang yang tidak mau menaati aturan,” tandasnya.

Fajar menambahkan, upaya ini sebagai bentuk evaluasi atas banyaknya kejadian kebakaran pasar tradisional di Kota Semarang. Karena itu, pihaknya melakukan pengawasan atas penggunaan listrik oleh pedagang. ”Persoalan penggunaan listrik ini tidak boleh sembarangan,” katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui sejauh ini beberapa kali kejadian kebakaran pasar tradisional di Kota Semarang disebabkan korsleting arus listrik. ”Pedagang harus memahami pemakaian listrik dan pemasangan instalasi secara benar. Misalnya sudah ditetapkan daya listrik di setiap kios berkapasitas 450 watt. Jangan coba-coba kemudian memasang atau menambahi kapasitas listrik di luar ketentuan. Apalagi memasang secara ilegal,” tegasnya. (amu/zal/ce1)