Banyak Karaoke Tidak Berizin

453

BATANG – Bisnis karaoke di Kabupaten Batang semakin menjamur. Namun hal tersebut tidak diiringi dengan tertibnya administrasi perizinan. Dari data yang ada, hanya ada 24 kafe karaoke yang berizin. Sedangkan di lapangan tercatat ada 35 lebih kafe karaoke yang berdiri di Batang. Perlu ketegasan dari pemerintah daerah agar bisa menertibkan karaoke yang tidak berizin.

Dari pantauan di lapangan, hampir di sepanjang jalur pantura, mulai perbatasan Batang-Pekalongan hingga perbatasan Batang-Kendal, banyak usaha karaoke yang mulai beraktifitas sejak sore hingga malam hari. Namun sangat disayangkan banyaknya kafe karaoke tersebut justru membuat para pengusaha tidak terlalu memperhatikan proses perizinan, ditambah banyak kafe yang menyediakan minuman keras.

Nurseto dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, mengatakan di Kabupaten Batang ada 24 usaha karaoke yang sudah berizin. Pihaknya juga selalu memantau setiap karaoke yang memang sudah memiliki izin. “Dari data yang ada, tercatat 24 karaoke yang berizin. Kami juga selalu memberikan pembinaan kepada para pemilik kafe tersebut,” tutur Nurseto.

Untuk proses perizinan tidak selamanya Dinas Pariwisata mengeluarkan rekomendasi. Sebab jika ada pengusaha yang mengajukan izin, maka akan dirapatkan dengan tim terlebih dahulu, baik dari Dinas Perizinan maupun dinas terkait lainnya.

Sebelum mengeluarkan izin, juga akan dilihat terlebih dahulu apakah semua syaratnya sudah dipenuhi, terutama terkait dengan sosialisasi terhadap lingkungan sekitar. Jika semua unsur persyaratan sudah dipenuhi dan warga sekitar menerima, barulah izin tersebut bisa keluar. Namun untuk saat ini Pemkab Batang tidak akan mengeluarkan izin, karena jumlah karaoke sudah sesuai dengan kuota yang ada.

Terkait dengan adanya karaoke yang menyediakan miras, Nurseto mengatakan jika hal tersebut sudah jelas melanggar aturan. Sehingga jika nantinya dijumpai karaoke yang menyediakan miras, maka akan diberikan sanksi tegas, bisa saja sampai dicabut izinnya. “Kami sudah tegaskan kepada mereka agar tidak menjual miras, begitu juga dengan jam buka hingga sampai jam 12 malam, jika melanggar pasti ada sanksinya,” tegasnya.

Diharapkan kepada semua pengusaha kafe karaoke agar mematuhi aturan yang sudah disepakati bersama, karena hal ini demi ketertiban dan juga keberlangsungan usaha mereka. Jangan sampai nantinya melanggar aturan yang justru merugikan mereka sendiri.

“Setiap beberapa bulan sekali kami lakukan pemantauan dan para pengusaha dikumpulkan untuk menegaskan terkait aturan usaha karaoke, sehingga nantinya tidak timbul pelanggaran,” imbuhnya. (mg20/ric)