SEMARANG – Komunitas Masyarakat Anti Hoax Indonesia mengajak semua pihak menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong. Dengan menggelar aksi serentak di 7 kota se-Indonesia, komunitas ini mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menyebarkan informasi di media sosial.

”Kami juga ada grup di Facebook yang fungsinya ketika ada masyarakat yang mendapatkan broadcast di media sosial dan belum mengetahui kebenarannya, bisa ditanyakan kepada gup itu mengenai kebenarannya,” ujar Farid Zamroni, Koordinator Komunitas Masyarakat Anti Hoax Indonesia Semarang saat menggelar aksi di arena car free day Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (8/1).

Aksi tersebut, ungkap Farid, merupakan bentuk upaya penyadaran masyarakat atau netizen tentang dampak negatif dari berita hoax. Namun demikian, lanjut dia, peran pemerintah dalam menyosialisasikan UU ITE juga sangat penting. Pasalnya, dengan implementasi UU ITE yang baik maka akan ada efek jera bagi netizen yang sering menggunakan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian. ”Harapannya surat edaran Kapolri tentang ujaran kebencian juga dapat membuat efek jera ini,” kata dia.

Farid juga menyarankan, sebaiknya masyarakat atau netizen tidak mudah meng-klik dan share, terutama terhadap berita yang dianggap provokatif. Untuk status, meskipun merupakan hak pribadi, menurutnya juga harus ditulis dengan bahasa yang santun. ”Kritik pun juga perlu, tapi harus disampaikan dengan beretika. Asal kritik yang bertanggung jawab,” kata dia.

Aksi ini mendapat apresiasi Gubernur Jateng Ganjar pranowo. Ia menilai, deklarasi ini merupakan wujud kepedulian generasi muda terhadap nasib bangsanya.

Pada kesempatan ini Ganjar juga mengajak masyarakat agar dapat menggunakan media sosial secara jujur. Misalnya, tidak menggunakan akun anonim sehingga yang dilakukan di media sosial dapat dipertanggungjawabkan.

”Mari berusaha bersama-sama menjaga mulut, lisan, pikiran, telinga, dengan menuliskan apa yang akan disampaikan dengan baik, dan positif. Bukan bercerita soal kebencian,” kata dia.

Persatuan di dunia maya lanjutnya, juga harus dijaga. Tidak hanya melawan hoax dan kebenciannya, Ganjar mengajak masyarakat dunia maya tetap menciptakan kedamaian, optimisme di media sosial. ”Karena silaturahmi lewat medsos itu baik,” pungkasnya. (sga/amh/ric/ce1)