33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Ajak Lebih Selektif Teruskan Broadcast

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Komunitas Masyarakat Anti Hoax Indonesia mengajak semua pihak menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong. Dengan menggelar aksi serentak di 7 kota se-Indonesia, komunitas ini mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menyebarkan informasi di media sosial.

”Kami juga ada grup di Facebook yang fungsinya ketika ada masyarakat yang mendapatkan broadcast di media sosial dan belum mengetahui kebenarannya, bisa ditanyakan kepada gup itu mengenai kebenarannya,” ujar Farid Zamroni, Koordinator Komunitas Masyarakat Anti Hoax Indonesia Semarang saat menggelar aksi di arena car free day Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (8/1).

Aksi tersebut, ungkap Farid, merupakan bentuk upaya penyadaran masyarakat atau netizen tentang dampak negatif dari berita hoax. Namun demikian, lanjut dia, peran pemerintah dalam menyosialisasikan UU ITE juga sangat penting. Pasalnya, dengan implementasi UU ITE yang baik maka akan ada efek jera bagi netizen yang sering menggunakan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian. ”Harapannya surat edaran Kapolri tentang ujaran kebencian juga dapat membuat efek jera ini,” kata dia.

Farid juga menyarankan, sebaiknya masyarakat atau netizen tidak mudah meng-klik dan share, terutama terhadap berita yang dianggap provokatif. Untuk status, meskipun merupakan hak pribadi, menurutnya juga harus ditulis dengan bahasa yang santun. ”Kritik pun juga perlu, tapi harus disampaikan dengan beretika. Asal kritik yang bertanggung jawab,” kata dia.

Aksi ini mendapat apresiasi Gubernur Jateng Ganjar pranowo. Ia menilai, deklarasi ini merupakan wujud kepedulian generasi muda terhadap nasib bangsanya.

Pada kesempatan ini Ganjar juga mengajak masyarakat agar dapat menggunakan media sosial secara jujur. Misalnya, tidak menggunakan akun anonim sehingga yang dilakukan di media sosial dapat dipertanggungjawabkan.

”Mari berusaha bersama-sama menjaga mulut, lisan, pikiran, telinga, dengan menuliskan apa yang akan disampaikan dengan baik, dan positif. Bukan bercerita soal kebencian,” kata dia.

Persatuan di dunia maya lanjutnya, juga harus dijaga. Tidak hanya melawan hoax dan kebenciannya, Ganjar mengajak masyarakat dunia maya tetap menciptakan kedamaian, optimisme di media sosial. ”Karena silaturahmi lewat medsos itu baik,” pungkasnya. (sga/amh/ric/ce1)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tuntut Pabrik Pakan Ayam Ditutup

BREBES–Ratusan warga Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Brebes, Selasa (2/5) kemarin. Mereka menuntut penutupan pabrik pakan dan bibit...

Manfaatkan Sela Sawah dengan Ikan

WONOSOBO--Babinsa Koramil 08/Sapuran beserta PPL Sapuran melaksanakan pengiriman ikan Nila kepada empat kelompok tani. Yaitu, Rukun Tani, Karya Tani, Bendosari, dan Mangir. Bibit ikan...

Mobil Pribadi Pakai Nomor Dinas Polri

WONOSOBO – Penggunaan lampu rotator sebagai salah satu piranti penanda lalu lintas tidak boleh sembarangan. Karena lampu tersebut dibuat hanya untuk insitusi tertentu dalam...

Terkendala Tiang, Jembatan Tak Berfungsi Maksimal

SEMARANG - Pembangunan Jembatan Kemadu, Jalan Wadaslintang – Selokromo, Wonosobo sudah rampung akhir 2016 lalu. Namun, sampai saat ini jembatan yang dibangun dengan anggaran...

Pemkot Akan Bangun Galeri UMKM di 3 Titik

SEMARANG – Potensi produk usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) Kota Semarang cukup tinggi dan mampu bersaing dengan daerah lain. Namun selama ini masih...

Babinsa Bakung Bantu Warga Binaan

DEMAK-Babinsa Desa Bakung, Kecamatan Mijen membantu warga binaannya dengan pembuatan jamban. Bantuan ini dilaksanakan dalam program karya bakti semester II di rumah Sudarno, 45,...