Memodifikasi motor kesayangan menjadi hal wajib bagi pecinta otomotif. Berbagai aliran modifikasi pun menjadi acuan, mulai gaya thailook, racing, cafe racer, japstyle, scrambler hingga ekstrem.

Namun dari sekian aliran modifikasi, ada tiga model yang masih menduduki peringkat teratas yang diminati, yakni cafe racer, japstyle dan scrambler. Hanya saja gaya mofidikasi scrambler saat ini lebih diminati. Pasalnya dengan mengacu gaya ini tampilan motor bisa berubah 100 persen atau bertransformasi menjadi bentuk lain. Gaya modifikasi ini coba diterapkan oleh Heri Arung yang mengubah Yamaha Scorpio Z tahun 2005 dengan konsep dasar scrambler rumah modifikasi Factory Brother, Semarang.

“Konsepnya adalah motor keluaran tahun 2005 ini bisa berubah total atau face off agar lebih trendy dan tidak ketinggalan zaman, namun tetap bisa mengaspal di jalan raya ataupun off road,” kata Heri.

Heri yang tinggal di Banjarnegara ini, memang ingin tunggangannya memiliki tampilan yang beda. Aliran modifikasi scrambler sengaja ia pilih lantaran motor kesayangannya tidak ingin berubah fungsi hanya untuk mejeng namun tidak bisa untuk menunjang aktivitasnya. ” Pekerjaan sehari-hari melintasi medan yang cukup berat yakni jalan di pegunungan, atau semi off road lah istilahnya, modifikasi ini cocok dilakukan untuk tetap menunjang pekerjaan tanpa mengesampingkan segi fashion,” tuturnya.

Owner Factory Brother, Catra Bintang mengatakan pada dasarnya aliran modifikasi motor custom Scrambler  menggunakan ban yang bermotif kotak atau trail. Knalpot pada scrambler biasanya berada di samping motor. Aliran modifikasi motor custom Scrambler ini untuk semi off road dan sangat cocok untuk mendaki pengunungan. “Aliran ini mengharuskan motor diubah total dari segi body, tanki bensin hingga frame agat tampilannya berubah total. Velg, ban, knalpot dan body motor pun harus custom,” ungkapnya.

Khusus untuk Scorpio, Catra mengaku mengubah frame hingga 35 persen. Sementara segi body, velg dan asesoris lainnya dibuat sesuai dengan keinginan pemilik motor. Catra mencotohkan ubahan frame harus dipotong agar terlihat lebih ramping dan hanya meninggalkan rangka dasar. “Paling susah menetukan aerodinamis motor serta pembagian titik berat dan tumpuan motor,” ungkapnya.

Selain pada frame, ubahan tanki mengusung konsep triumph, mennggunakan bahan plat besi dan diguyur pernis dengan teknik raw painting. “Pada tanki ditempeli kertas dengan kandungan emas murni atau gold life sehingga tidak terkesan polos dan menonjolkan kesan mewah,” katanya.

Bodi motor yang dibuat naked, menyisakan rangka yang diguyur cat berwarna merah maron. Kabel-kabel yang sebelumnya tertutup bodi, dikumpulkan menjadi satu. Sementara CDI, keypork dan aki buatkan sebuah tempat yang terletak dibagian tengah rangka. “Bagian spat bor pun dibuat custom dengan aksen emas seperti tangki bensin, bagian ini pun menggunakan teknik raw painting,” tuturnya.

Beralih ke knalpot, Catra menggunakan knlapot custom dengan mengusung konsep super trap. Jok pun dibuat double seater disesuaikan dengan tangki bensin.  Untuk membagi beban saat berkendara, shock standart depan dibantu kerja shock tambahan dengan tipe mono springer. Sementara mono shock belakang dibentuk dengan shock tambahan di bagian kanan bawah yang memiliki fungsi sama dengan shock depan. “Swing arm standart ditambahi aksen almunimum agar lebih menarik dan terkesan lebih stylish,” tambahnya.

Bagian bawah mesin, ditambahi pelindung yang terbuat dari plat almunium agar block mesin aman dari ganguan, terutama batu saat dikendari di pegunungan. Head lamp original berbentuk bulat diganti dengan head lamp LED dengan bentuk yang lebih kecil. Sementara stop lamp bagian belakang menggunakan LED berbentuk garis yang memiliki fungsi sebagai lampu seins. “LED belakang menempel di spatbor, tujuannya agar motor ini bisa mengaspal di jalan raya sesuai dengan kelengkapan berkendara,” ungkapnya.

Agar menambah tampilan garang, Catra menggubah velg asli bawaan Scorpio dengan velg tapak lebar. Sementara ban dengan tipe pacul membungkus velg dengan ring 17 menggunakan ukuran ban 120/80 untuk ban depan dan 130/80 untuk ban belakang. “Tambahan plat besi di bagian kiri motor berfungsi untuk membawa barang atau tas kulit untuk menyesuaikan konsep off road pegunungan sesuai dengan fungsi motor yang diinginkan pemilik,” tandas Catra sembari menambahkan menyulap Scorpio menjadi Scrambler, setidaknya menghabiskan kocek hingga Rp 16 juta. (den/zal)