SEMARANG-Para pemilih berkebutuhan khusus atau difabel tetap mendapatkan prioritas dalam pelaksaan pilkada di tujuh daerah di Jateng pada 15 Februari mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng sudah menyiapkan lokasi dan kotak khusus bagi pemilih difabel.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, mengatakan, dari tujuh daerah yang menggelar pilkada setidaknya terdata ada sekitar 7.500 pemilih difabel. Mulai tunadaksa, tunanetra, tunarungu, tunagrahita serta disabilitas lainnya. “Mereka juga memiliki hak suara, jadi tetap akan kami akomodasi dengan memberikan pelayanan khusus,” katanya.

Ia sudah mengintuksikan agar KPUD di tujuh daerah memfasilitasi dan memperiotaskan pemilih difabel. Ia mencontohkan bagi penyandang tunanetra, maka akan disediakan alat bantu membaca surat suara. Alat bantu tersebut disebut template. Template itu nantinya untuk membaca surat suara yang di atasnya ada huruf braille. “Kami juga mendesain lokasi bilik suara khusus. Jika pemilih menggunakan kursi roda, bagaimana agar bisa nyaman dan tidak terganggu saat mencoblos,” ujarnya.

Selain itu, petugas TPS diperbolehkan mendampingi pemilih difabel ke dalam bilik suara. Sehingga diharapkan petugas di lapangan juga dapat memahami kebutuhan setiap pemilih difabel. Petugas TPS boleh mendampingi pemilih difabel dengan catatan, pemilih tersebut tidak mempunyai anggota badan yang bisa digunakan untuk mencoblos di bilik suara. “Memang ada perlakuan khusus untuk kaum difabel. Mulai dari lokasi sampai penyediaan alat bantu,” katanya.

Untuk para kaum difabel juga akan disertakan setiap ada kegiatan dalam pelaksaan pilkada. Mereka nantinya akan mendapatkan pendampingan yang memadai dari para petugas di lapangan. KPU juga akan mengikutkan warga berkebutuhan khusus dalam setiap tahapan pilkada. Mulai dari sosialisasi, kampanye, debat, dan kegiatan-kegiatan lain yang ada kaitannya dengan pilkada.

“Kami berharap para petugas di lapangan juga dapat memahami kebutuhan setiap pemilih difabel. Jadi, hak mereka tetap tersampiakan dalam pelaksaan pilkada,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada Februari 2017 mendatang tujuh daerah di Jateng bakal menggelar pilkada serentak. Yakni, Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Pati, dan Kota Salatiga. “Semua pemilih harus bisa terakomodasi dalam pilkada. Jadi, KPU harus bekerja maksimal agar tidak ada suara yang tidak tersalurkan,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Ali Mansur HD. (fth/aro)