Uji Coba Satu Bulan, Belum Terapkan Sanksi

487

SEMARANG – Hari kedua diberlakukannya sistem satu arah, di Jalan MT Haryono Semarang masih ada pengendara motor, bahkan mobil yang sengaja melawan arus. Beberapa dari mereka sengaja melawan arah karena malas berputar untuk sampai ke tempat tujuan.

”Ini tadi saya dari arah Sompok, tapi kebablasan. Kalau muter kan kejauhan, orang ini kebablasan hanya beberapa meter saja kok,” ujar pengendara motor yang enggan disebut namanya.

Kebanyakan, pengguna jalan melanggar arus di sekitaran SMA Sultan Agung dan beberapa titik di tengah-tengah Jalan MT Haryono. Hampir tidak ada pengguna jalan yang melawan arus mulai dari ujung jalan. Hal ini dikarenakan, selain dijaga, oleh petugas juga telah dipasang road barrier (pembatas jalan) yang tidak memungkinkan pengguna jalan untuk menerobos.

Sementara itu, jalur lambat di sepanjang Jalan MT Haryono penuh digunakan untuk parkir kendaraan roda empat.

Berbeda, di Jalan Menteri Supeno (Taman KB) arus satu arah sudah berjalan lebih baik dari hari sebelumnya. Hanya beberapa orang yang kurang memperhatikan tanda menerobos road barrier yang dipasang oleh petugas.

”Dibandingkan kemarin, hari ini sudah agak mendingan. Hanya beberapa yang mungkin ngelamun ya sehingga mereka tetap melewati road barrier,” ujar Iptu Achmadi Kepala unit pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (Kanit Turjawali) Satlantas Polrestabes Semarang.

Dikatakan Achmadi, pengendara yang melanggar tidak diberikan sanksi. Mereka hanya diberi arahan dan peringatan karena dalam satu bulan ke depan aturan ini masih dalam tahap uji coba. ”Ini kan masih untuk sosialisasi. Sementara juga sambil dievaluasi. Kalau sesuai nanti lanjut. Tapi kalau belum sesuai ya nanti ada kajian lagi,” ujarnya.

Ia berpendapat, dengan sistem ini arus lalu lintas bisa menjadi lebih lancar. Karena sebelum ada kebijakan satu arah ini, arus lalin padat, karena ada pertemuan arus kendaraan dari arah Jalan Pahlawan yang hendak menuju Jalan Menteri Supeno dan kendaraan dari arah SMA 1. ”Saya harap warga Semarang bisa lebih dewasa dalam menaati aturan lalu lintas. Mematuhi aturan, baik ketika ada petugas yang sedang berjaga maupun tidak,” imbuh polisi yang selama dua hari ini berjaga dari pukul 06.00 hingga pukul 18.00 di Jalan Menteri Supeno itu. (sga/zal/ce1)