SEMARANG – Pemprov Jateng berencana mengalihkan objek wisata Jateng Park dari Wanawisata Penggaron, Susukan, ke Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang. Pertimbangannya, lahan di Tlogo merupakan aset milik pemprov, sementara di Penggaron, harus join dengan Perum Perhutani.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Jateng, Sudjarwanto mengaku, progres proyek Jateng Park di Penggaron tergolong sangat lambat. Sudah bertahun-tahun, negosiasi dengan Perum Perhutani dianggap stagnan. Jadi butuh alternatif lain agar proyek Jateng Park bisa segera terealisasi.

Dijelaskan, wacana perpindahan pengembangan itu sudah disampaikan kepada Gubernur Jateng. Dalam waktu dekat ini, akan dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait. ”Karena pengembangan Jateng Park saat ini diserahkan ke PT SPJT (Sarana Pembangunan Jawa Tengah),” ucapnya, Jumat (6/1).

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana mengaku setuju jika Jateng Park ke Tlogo. Dia menganggap, akan lebih menguntungkan dibandingkan dibangun di hutan Penggaron. ”Saya harap pemprov segera mengambil keputusan dengan rencana perpindahan tersebut. Kalau bisa bulan ini sudah dieksekusi,” tegasnya.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, pengembangan Jateng Park di hutan Penggaron dianggap tidak mungkin, karena Pemprov Jateng tidak punya lahan sendiri. ”Kami butuh wujud nyata, saya sangat mendukung kalau Jateng Park dipindah,” imbuhnya.

Dari kacamatanya, banyak kelebihan yang diperoleh jika dikembangkan di Tlogo. Misalnya, dari aspek regulasi lebih mudah, karena lahan di Tlogo Tuntang adalah aset pemprov, bukan milik Perhutani. Selain itu, pembagian saham tidak rumit. Karena hanya melibatkan pemprov, Pemkab Semarang dan investor.

Kelebihan lain, area tersebut tak jauh dari pintu keluar tol Bawen. Sehingga, ketika proyek jalan tol trans Jawa selesai, maka masyarakat dari berbagai daerah yang ingin menuju lokasi sangat mudah. ”Lahan seluas 400 hektare di Tlogo Park, jika hanya dimanfaatkan untuk pengembangan Jateng Park sekitar 10 persen, sudah lebih dari cukup,” ucapnya.

Senada diungkapkan anggota Komisi B DPRD Jateng lain, Achsin Maruf. Dia mengaku sudah berulangkali mendapatkan pertanyaan dari warga Kabupaten Semarang mengenai keberlanjutan pengembangan Jateng Park di hutan Penggaron. Faktanya, proyek itu hingga kini tidak kunjung ada perkembangan. ”Masyarakat sudah berulangkali menanyakan, mereka butuh keujujuran dari pemprov, jadi atau tidak dikembangkan,” bebernya. (amh/zal/ce1)