Banjir, Tiga Pasang Pengantin Gagal Nikah

Digelar Kirab Merah Putih

448

PEKALONGAN-Nikah masal yang digelar setiap tahun dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat Pekalongan, sedianya diikuti 24 pasangan. Namun karena dua pasangan sedang menjadi korban banjir dan satu pasangan sakit, tinggal 20 pasang.

Meski begitu, yang terlihat hanya ada dua pasangan yang melakukan akad nikah di Kanzus Sholawat. Karena secara agama, belasan pasangan lain sudah pernah melakukan ijab qabul, hanya saja belum dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Sehingga mereka hanya mencatatkan pernikahannya saja untuk mendapatkan buku nikah.

Salah seorang peserta nikah masal, Suminta, 44, mengakui sudah menikah siri dengan istrinya selama 2,5 tahun dan saat ini ingin memiliki surat resmi agar gampang mengurus administrasi buat anak-anaknya ke depan. “Saya dengar ada nikah masal, karena memang lagi ingin punya surat nikah resmi, jadi daftar,” paparnya sambil menggendong anaknya.

Sedangkan pasangan nikah masal lain adalah Abdullah, 63, dan Tri Puji Rahayu, 65, warga Soko, Pekalongan. Pasangan ini, baru melakukan ijab qabul pertama kalinya, di usia yang sudah tidak muda lagi. Pasangan ini menjadi pasangan tertua. “Baru menikah pertama ini, nggak punya uang untuk menikah dan kendala ekonomi juga,” ungkapnya. Sementara untuk pasangan termuda berusia 19 tahun.

Ketua Panitia Maulid Nabi, AKBP Enriko Silalahi menyampaikan bahwa nikah masal bisa menjadi kegiatan rutin untuk membantu pasangan yang kesulitan mencatatkan pernikahannya di KUA. “Ini salah satu bentuk peran serta kami kepada masyarakat. Semoga pengantin bisa menjadi keluarga yang sejahtera, berkah rezekinya dan sakinah mawadah wa rohmah,” harapnya.

Sementara itu, di hari yang sama Jumat (6/1) kemarin, 500 peserta mengikuti Kirab Merah Putih dalam rangka Peringatan Maulid Nabi. Peserta kirab terdiri atas TNI, polisi, organisasi masyarakat (ormas) dan pelajar dari dua daerah yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang. Kirab tersebut diberangkatkan dari Warungasem, Kabupaten Batang. Tepatnya MTs Wahid Hasyim dan berakhir di Alun-Alun Kota Pekalongan, sebagai tempat penyerahan bendera merah putih yang akan digunakan untuk pawai Panjang Jimat, Sabtu (7/1) ini.

Koordinator Pawai Kirab Merah Putih, Wakhidun menjelaskan bahwa Kirab Merah Putih ini sebagai langkah awal dari kegiatan tersebut. Pasalnya, setelah Kirab Merah Putih, akan dilakukan Apel Merah Mutih dan ikrar NKRI di Alun-Alun Kota Pekalongan, silaturahmi Mursyid Thoriqoh bersama TNI dan Polri di Kantor DPU Kabupaten Pekalongan, Pawai Panjang Jimat yang akan dimulai dari Alun-Alun menuju Lapangan Jetayu. Baru keesokan harinya adalah acara inti yakni maulid nabi. Sementara itu, untuk tamu luar negeri yang akan menghadiri acara maulid nabi di Kanzus Sholawat antara lain ulama dari Syiria, Libanon, dan Yaman. “Tujuan Kirab Merah Putih ini untuk mengembalikan semangat juang dan mengingatkan nasionalisme kita,” imbuhnya. (tin/ida)