Tiga Partai Pilih Walk Out

351

PEKALONGAN-Sidang pembukaan kwartal I tahun anggaran 2017, DPRD Kota Pekalongan melakukan perombakan pimpinan masing-masing alat kelengkapan yang ada. Mulai Badan Kehormatan, Badan Legislasi, dan Komisi-Komisi di DPRD Kota Pekalongan. Namun saat waktu sidang sempat diskors selama 1,5 jam, tiga partai lebih memilih walk out dari forum, antara lain PDI, PPP dan PKS.

Sedangkan perubahan alat kelengkapan dewan, ada nama-nama baru yang menduduki jabatan pimpinan. Di antaranya Ketua Komisi A dijabat oleh Risqon dari Partai Amanat Nasional (PAN), yang sebelumnya dijabat oleh Aji Suryo dari Partai Keadilan Sosial (PKS).

Di Komisi B diketuai oleh Jecky Zamzami dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang sebelumnya dipegang Mabrur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara di Komisi C masih sama yakni diketuai Sudjaka Martana dari Golongan Karya (Golkar). Di Badan Kehormatan (BK) diketuai oleh Fredi dari PAN dan Badan Legislasi diketuai Mufid dari Golkar.

Perubahan pimpinan alat kelengkapan tersebut, menurut Ketua Badan Legislasi, Mufid, sesuai dengan tata tertib DPRD Kota Pekalongan yang menjelaskan bahwa pimpinan dan anggota alat kelengkapan DPRD diganti maksimal 2,5 tahun. Semisal lebih dari 2,5 tahun, bisa dinyatakan cacat hukum.

“Dari Agustus tahun 2014 sudah terhitung 2 tahun 3 bulan, kurang 2 bulan lagi. Sementara perubahan alat kelengkapan tersebut hanya bisa dilakukan saat masa sidang awal anggaran setiap tahunnya, berarti Januari ini dan kalau 2 bulan lagi tidak memungkinkan,” jelasnya, Rabu (4/1) kemarin.

Sebelumnya, sempat ada perbedaan pendapat terkait perubahan alat kelengkapan, yakni antara yang setuju dengan perubahan alat kelengkapan yang diawali dengan evaluasi kerja masing-masing alat kelengkapan. Sebagian menginginkan alat kelengkapan langsung disahkan kembali sebagaimana biasanya. Waktu sidang sempat diskor selama 1,5 jam dan ada tiga partai yang akhirnya walk out dari forum antara lain PDI, PPP dan PKS. (tin/ida)