33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Tiga Partai Pilih Walk Out

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

PEKALONGAN-Sidang pembukaan kwartal I tahun anggaran 2017, DPRD Kota Pekalongan melakukan perombakan pimpinan masing-masing alat kelengkapan yang ada. Mulai Badan Kehormatan, Badan Legislasi, dan Komisi-Komisi di DPRD Kota Pekalongan. Namun saat waktu sidang sempat diskors selama 1,5 jam, tiga partai lebih memilih walk out dari forum, antara lain PDI, PPP dan PKS.

Sedangkan perubahan alat kelengkapan dewan, ada nama-nama baru yang menduduki jabatan pimpinan. Di antaranya Ketua Komisi A dijabat oleh Risqon dari Partai Amanat Nasional (PAN), yang sebelumnya dijabat oleh Aji Suryo dari Partai Keadilan Sosial (PKS).

Di Komisi B diketuai oleh Jecky Zamzami dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang sebelumnya dipegang Mabrur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara di Komisi C masih sama yakni diketuai Sudjaka Martana dari Golongan Karya (Golkar). Di Badan Kehormatan (BK) diketuai oleh Fredi dari PAN dan Badan Legislasi diketuai Mufid dari Golkar.

Perubahan pimpinan alat kelengkapan tersebut, menurut Ketua Badan Legislasi, Mufid, sesuai dengan tata tertib DPRD Kota Pekalongan yang menjelaskan bahwa pimpinan dan anggota alat kelengkapan DPRD diganti maksimal 2,5 tahun. Semisal lebih dari 2,5 tahun, bisa dinyatakan cacat hukum.

“Dari Agustus tahun 2014 sudah terhitung 2 tahun 3 bulan, kurang 2 bulan lagi. Sementara perubahan alat kelengkapan tersebut hanya bisa dilakukan saat masa sidang awal anggaran setiap tahunnya, berarti Januari ini dan kalau 2 bulan lagi tidak memungkinkan,” jelasnya, Rabu (4/1) kemarin.

Sebelumnya, sempat ada perbedaan pendapat terkait perubahan alat kelengkapan, yakni antara yang setuju dengan perubahan alat kelengkapan yang diawali dengan evaluasi kerja masing-masing alat kelengkapan. Sebagian menginginkan alat kelengkapan langsung disahkan kembali sebagaimana biasanya. Waktu sidang sempat diskor selama 1,5 jam dan ada tiga partai yang akhirnya walk out dari forum antara lain PDI, PPP dan PKS. (tin/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ngetan Bali Ngulon, Nek Edan Mesti Kelakon

RADARSEMARANG.COM - Ada dua pertanyaan menarik yang dilontarkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada saya minggu lalu. Dua-duanya menggunakan kata adem. Dua-duanya mengenai kondisi...

Jagongan Menunya Singkong

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Kodim 0707/Wonosobo menyelenggarakan hiburan untuk masyarkat melalui acara Wedangan Rakyat Bersama TNI pada malam pergantian tahun. Kegiatan dipusatkan di halaman Makodim....

Bisnis Batik dan Terasi

TWENTY Ningrum Desi Anggraeni tercatat sebagai mahasiswi Universitas Semarang (USM). Di sela kuliah, gadis kelahiran Pati, 20 Desember 1994 ini juga menggeluti usaha. Selain...

Rawan Praktik Korupsi

SEMARANG- Penerapan sistem anggaran tahun jamak dinilai rawan adanya praktik korupsi. Ada empat kegiatan yang diajukan  Pemkot Semarang menggunakan sistem anggaran tahun jamak atau...

Insentif Modin Diusulkan Naik

SALATIGA - Pemkot Salatiga melalui Bagian Kesra memberikan insentif kepada 80 modin se- Kota Salatiga dengan besaran masing-masing Rp 1 juta sebelum dipotong pajak....

Dinsos Kelola Zakat Sendiri

DEMAK-Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Demak untuk kali pertama mengelola zakat, sedekah dan infaq sendiri. Zakat dari para PNS di lingkungan Dinsos tersebut, kemudian ditasarufkan...