MAJT Dapat Bantuan Rp 1,750 Miliar

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – DPRD meminta Pemprov agar bisa lebih maksimal dalam memperhatikan keberadaan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Sebab, MAJT merupakan aset Pemprov yang sekaligus ikon wisata religi di Jateng. Dewan berharap pengelolaan MAJT tetap berada di bawah naungan Pemprov Jateng.

Ketua Komisi E DPRD Jateng, AS Sukawijaya mengatakan, MAJT tahun ini mendapatkan anggaran sebesar Rp 1,750 miliar. Alokasinya untuk perawatan sebesar Rp 1 miliar dan sisanya Rp 750 juta untuk kegiatan keagamaan-kemasyarakatan. ”Anggaran sudah cukup kalau untuk perawatan. Tetapi kalau untuk renovasi besar ya masih kurang,” katanya.

Ia menambahkan, mestinya pemprov bisa lebih proaktif dalam menginventarisir MAJT. Karena MAJT merupakan ikon religius di Jateng dan bisa lebih tertata rapi. Karena diakui atau tidak, MAJT membutuhkan banyak sentuhan agar bisa benar-benar menjadi ikon andalan Jateng. Sebab, beberapa titik di MAJT membutuhkan perbaikan mengingat kondisinya sudah banyak yang rusak. ”Intervensi pemprov diharapkan, agar bisa lebih bagus dan menjadi kebanggaan Jateng,” ujarnya.

Sejumlah bagian di MAJT sekarang dalam kondisi rusak. MAJT tidak pernah direnovasi pasca diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2006 silam. Beberapa bagian MAJT yang rusak dan butuh segera diperbaiki itu di antaranya adalah bagian depan masjid, area terbuka yang biasa disebut sebagai plaza, 6 payung otomatis yang ada di plaza, area parkir, beberapa lokasi atap, dan area kamar mandi. ”Harusnya ini tanggung jawab pemprov, karena pengelolaan dan aset MAJT merupakan milik pemprov,” tambahnya.

Ia juga meminta tidak ada komersialisasi area di sekitar MAJT untuk disetorkan kepada kas daerah. Adanya sejumlah bangunan di sekitar MAJT yang memiliki nilai bisnis seperti Menara Al Husna, Hotel Resto Agung, Convention Hall, toko suvenir, parkir dan lain-lain. Pendapatan dari pos-pos tersebut diharapkan dipakai untuk membiayai operasional kelangsungan MAJT sebagai pusat ibadah umat Islam, peradaban dan kebudayaan Islam sekaligus destinasi wisata religi umat.

Dewan juga berharap pemprov tidak hanya memperhatikan MAJT saja, tetapi juga masjid-masjid lain yang ada di Jateng. Contohnya Masjid Baiturrahman yang selama ini keberadaannya tidak mendapatkan perhatian karena masalah regulasi. Baik Pemprov maupun Pemkot Semarang sama-sama tidak berani menggelontorkan anggarakan karena Masjid Baiturrahman statusnya masih belum jelas. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -