33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Cantrang Boleh Dipakai Sampai Juni

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akhirnya resmi mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai perpanjangan penggunaan alat tangkap cantrang hingga Juni mendatang. SE nomor B.I/SJ/PL.610/I/2017 itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sarief Wijaja, Selasa (3/1).

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perikanan Tangkap KKP, M. Zulficar Mochtar menegaskan, pemberian waktu selama enam bulan tersebut harus dimanfaatkan nelayan untuk transisi pergantian alat tangkap. ”Nelayan masih boleh menggunakan alat tangkap cantrang selama masa transisi ini. Tapi dengan catatan, bersedia mengganti alat tangkap,” tegasnya dalam sosialisasi kepada nelayan Kabupaten Batang, Rabu (4/1).

Selama enam bulan ini, lanjutnya, pihaknya menggandeng beberapa pihak untuk melakukan pendampingan bagi nelayan yang masih menggunakan cantrang. Termasuk memberikan pelatihan menggunakan alat tangkap baru yang dianggap ramah lingkungan. Sebab, tidak sedikit nelayan yang masih bingung cara menggunakan alat tangkap selain cantrang.

Dalam SE tersebut, lanjut Zulficar, juga berisi mengenai relokasi daerah penangkapan ikan. Sebab area tangkap di daerah pantura sudah sempit. Selain itu, jumlah ikan juga menurun, pendapatan ikan menggunakan cantrang juga menurun. Terdapat 11 area lokasi yang menurut KKP dalam dua tahun ini ada peningkatan jumlah ikan cukup besar.

”Tahun 2014 jumlah ikan di laut kita ada 7,3 juta ton dan tahun 2015 mencapai 9,93 juta ton. Maka kita mendorong merelokasi lokasi tangkap cantrang ke natuna, dan lainnya. Ada 300 kapal lebih masih muat di sana. Kalau ada yang mau silakan daftar,” katanya.

Isi SE lainnya, yaitu mempercepat perizinan alat pengganti. Sebab selama ini banyak yang mengeluhkan lamanya perizinan. Maka KKP meminta untuk proses perizinan alat pengganti dipercepat. Untuk kapal di atas 30 GT, KKP sudah memfasilitasi gerai izin perpanjangan kapal dan alat secara online di 31 gerai.

SE ini juga meminta agar para nelayan membentuk kelompok kerja penanganan penggantian alat tangkap ikan yang melibatkan perikanan di daerah dan pusat serta pihak terkait dari BUMN, perbankan, dan HNSI, untuk duduk bersama supaya pendampingan berjalan baik.

Pendampingan juga dilakukan dalam hal pendanaan dan pembiayaan lewat perbankan dan lembaga keuangan nonbank. Dengan begitu, nelayan bisa mendapatkan biaya untuk mengganti alat tangkap. Selama ini, para nelayan masih bingung, bagaimana cara meminjam uang, sementara mereka sudah punya hutang di bank dengan agunan.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku, akan ikut mengawasi perbankan dalam pemberian kredit untuk pergantian alat cantrang. ”Perbankan nanti saya yang urusi. Perindo juga siap membantu. Pusat sudah membantu, tugas saya adalah mengoordinasikan agar ini berjalan,” katanya.

Dia menambahkan, nelayan di Batang ini merupakan tempat pertama yang menerima informasi adanya perpanjangan tersebut. Dia berharap informasi ini bisa dibagikan ke nelayan lain di berbagai daerah di Jateng dan daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Jateng, Pujiono menjelaskan, para nelayan tetap bisa mendapat pembiayaan untuk mengganti alat tangkap, meski kredit mereka belum lunas. Hanya saja, total maksimal plafon 125 persen dari nilai jaminan yang ada.

Terkait keringanan angsuran, Bank Jateng bisa memberikan kelonggaran selama enam bulan, atau hingga alat tangkap pengganti cantrang bisa dioperasikan. Dengan begitu, nelayan yang belum bisa melaut karena sedang renovasi alat tangkap, tidak tercekik angsuran kredit.

”Angsuran pokok bisa dibayar setelah bisa melaut. Tapi bunganya tetap harus dibayar setiap bulan sejak pencairan kredit,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Berita sebelumyaSemakin Nyaman
Berita berikutnyaJumat, ASN Kerja Sampai Sore

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

TCASH Permudah Transaksi BRT Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–TCASH memperkenalkan metode pembelian tiket Bus Rapid Trans (BRT) Semarang dengan QR Code. Metode tersebut mempermudah pelanggan bertransaksi non-tunai. CEO TCASH, Danu Wicaksana mengatakan bahwa pelanggan...

Pameran Kerajinan UMKM

RADARSEMARANG.COM - ARTIKA, perajin handycraft kalung dari bahan logam dengan perpaduan kain batik saat menata kreasinya di pameran Craft and Fashion 2018 di Java...

Sudah Habis Rp 50 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pembangunan penguatan bangunan Pasar Johar Cagar Budaya tahap pertama dinyatakan telah selesai 100 persen. Dalam pembangunan tahap pertama ini Pemkot Semarang melalui Dinas...

Pasok 1.200 Tabung Gas Elpiji Perhari

DEMAK- Menjelang Lebaran, pasokan gas elpiji ditambah. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Pemkab Demak, Siti Zuarin mengatakan, tambahan gas elpiji...

Curi Motor, Kakek Dua Cucu Ditangkap

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Satuan Reskrim Polres Semarang mengamankan pencuri kendaraan motor lintas wilayah. Eko Irianto, 54, warga Pronojiwo Lumajang, Jawa Timur, diringkus setelah kedapatan...

Tumbuhkan Minat Baca Warga Desa

MENUMBUHKAN minat orang untuk membaca bukanlah hal mudah. Utamanya warga di pedesaan yang minim fasilitas dan minat untuk mengenyam pendidikan tinggi. Namun bagi Purwa...