SEMARANG – Pengelolaan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang terus diterpa masalah. Kali ini, sebanyak 32 unit ban baru untuk cadangan armada BRT dilaporkan hilang. Kejadian itu dilaporkan secara resmi oleh pihak Kepala BLU UPTD Terminal Mangkang di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (4/1).

Kepala BLU UPTD Terminal Mangkang, Agung Nurul Falaq Adi Wibowo, mengatakan, ban serep senilai Rp 140 juta itu diketahui hilang pada 21 Desember 2016 sekitar pukul 11.00 lalu. ”Hilangnya di Terminal Mangkang,” kata Agung Nurul Falaq Adi Wibowo dalam laporannya di SPKT Polrestabes Semarang.

Dalam laporan polisi, Agung menjelaskan, 32 unit ban yang hilang itu diketahui saat pihaknya melakukan pengecekan untuk uji kelayakan armada BRT yang ada di Terminal Mangkang. Saat uji kelayakan itu, pihaknya tidak sendirian, tapi bersama sejumlah petugas lain. ”Saya sama Mulyadi dan Mukinkar, diberi tugas untuk menguji kelayakan dan melakukan pengecekan,” ujarnya.

Nah, saat melakukan pengecekan itu, diketahui sebanyak 32 unit ban yang ada di lokasi tersebut sudah raib.

”Sejauh ini masih dalam penyelidikan kami untuk mengungkap siapa tersangkanya,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Eko Wiyono saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (mha/aro/ce1)