33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

140 Siswa Terima Bantuan Bos Daerah

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

KENDAL—Sebanyak 140 siswa kurang mampu di SMP Negeri 1 Kendal menerima dana Bantuan Operasioal Sekolah (BOS) yang bersumber dari pemerintah daerah. Dana BOS daerah tersebut diterimakan dalam bentuk perlengkapan sekolah dan uang saku.

Perlengkapan sekolah yang diberikan yakni berupa dua set seragam sekolah, satu buah tas, sepasang sepatu, dan alat tulis sekolah. Seperti buku, bolpoin, dus grip, penggaris dan sebagainya. Sedangkan besaran uang saku yang diberikan sebesar Rp 200 ribu untuk 20 hari. Bantuan diserahterimakan siswa dengan didampingi orang tua siswa di ruang aula sekolah setempat. “Bantuan ini sangat membantu kami, orang tua siswa yang kurang mampu untuk terus dapat menyekolahkan anak-anak kami,” ujar Munjawanah, salah satu orang tua siswa, Rabu (4/1) kemarin.

Ia berharap, bantuan dana BOS daerah ini bisa terus digulirkan. Sehingga, seluruh anak-anak di Kendal yang berlatar belakang dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan sekolah. “Sehingga tidak ada siswa putus sekolah. Serta anak-anak terus bersemangat dalam belajar,” katanya.

Hal senada dikatakan Sugiyono, orang tua siswa penerima dana BOS daerah. Ia menambahkan bantuan tersebut diakuinya meringankan bebannya untuk membiayai anak-anaknya sekolah.

Kepala SMP 1 Kendal, RR Intan Noor Cahyani mengatakan bahwa dana BOS daerah merupakan dana bantuan yang diberikan oleh Pemkab Kendal. Dari 700 siswa, yang mendapatkan tahun ini ada 140 siswa melalui proses verifikasi dengan pemerintah desa tempat tinggal masing-masing siswa.

Kriteria siswa yang mendapatkan dana BOS daerah yakni mempunyai Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Program Keluarga Harapan (PKH), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kepala desa tempat siswa berdomisili. “Jadi memang tepat sasaran, karena sekolah memberikan siswa berdasarkan surat rekomendasi dari desa,” tandasnya.

Dirinya berharap, pemberian dana BOS daerah Kabupaten Kendal dapat memacu semangat belajar para siswa. Sebab adanya kepedulian dan perhatian dari Pemkab terhadap permasalahan pendidikan. “Bantuan ini merupakan pertama kali digulirkan tahun ini, rencananya akan berlangsung setiap tahun,” tambahnya.

Pemberian bantuan sengaja diberikan dalam bentuk barang, agar tepat sasarann penggunannya. Sedangkan uang transport siswa diberikan selama 20 hari dengan besaran Rp10 ribu per hari, total Rp 200 ribu.

Para siswa saat penyerahan bantuan didampingi oleh orang tua/wali mereka.”Bantuan tersebut kami serahkan kepada siswa yang bersangkutan, dengan sepengetahuan orang tua masing-masing. Agar bantuan yang ada benar-benar digunakan sebagaimana mestinya,” tambahnya. (bud/ida)

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Pelatihan Jurnalistik

PARA guru SMAN 2 Ungaran Kabupaten Semarang meningkatkan kemampuan menulis artikel dengan mengikuti Pelatihan Menulis Artikel bersama Redaktur Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor...

Advokat Miliki Sisi Iblis dan Malaikat

SEMARANG - Advokat adalah manusia separo iblis dan malaikat. Artinya advokat adalah pribadi yang sudah matang dalam menjalani pekerjaan sebagai seorang advokat. Matang dalam...

Okupansi Hotel Capai 100 Persen

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Libur Natal dan Tahun baru, okupansi hotel di Kabupaten Semarang mencapai 100 persen. Ketua Badan Pimpinan Cabang Persatuan Hotel dan Restoran...

Teriakan Petugas Tak Didengar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang pengemudi ojek online (ojol) tertabrak Kereta Api (KA) di perlintasan Jalan Kokrosono, Semarang Tengah, Semarang, Minggu (3/6) sekitar pukul 06.30....

Feminim dengan Sneakers Bling-Bling

 SEMARANG - Era sneakers masih berjaya di tahun 2017. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini sejumlah detail banyak diaplikasikan. Diantaranya bling-bling dan embroidery. Seperti sejumlah...

Belajar Pendidikan Gratis Hingga Penganggaran 20 Persen untuk Kesehatan 

DPRD Kabupaten Demak belum lama ini melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Papua Barat. Yakni, ke DPRD Kabupaten Raja Ampat, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Selain studi banding kedaerahan...