33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

Tahun Ini Jembatan Timbang Dikelola Swasta

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – DPRD menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang bakal menyerahkan pengelolaan dua jembatan timbang (JT) kepada pihak swasta. Meski begitu, harus ada regulasi yang jelas dan jangan sampai menghilangkan fungsi utama dari JT.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, rencananya pengelolaan JT kepada swasta dilakukan mulai 2017. Dua JT tersebut adalah Jembatan Timbang di Sarang, Rembang serta Jembatan Timbang Sambong, Brebes. Tetapi, sejauh ini masih belum ada tindak lanjut dari rencana pemerintah pusat tersebut. ”Dua JT itu memang lokasinya strategis dan lahan luas, jadi ini bakal dijadikan percontohan nasional,” katanya.

Ia menambahkan, pada dasarnya tidak menolak pengelolaan JT yang diberikan kepada pihak ketiga atau swasta. Dengan catatan, fungsinya sebagai kontrol dan pengendali beban muatan kendaraan tetap difungsikan. ”Jembatan timbang sebagai kontrol beban muatan kendaraan. Selama itu masih dijalankan, pengelolaan JT kepada swasta tidak masalah,” ujarnya.

Rencana pengelolaan JT kepada pihak swasta harus disikapi dengan bijak. Jangan sampai ketika diambil alih swasta fungsinya berubah hanya untuk mencari pendapatan dari denda kendaraan yang melebihi kapasitas muatan. Karena jika dikelola dengan baik akan menguntungkan seperti parkir. ”Tapi memang tidak mudah, harus ada integrasi pengelolaannya baik dari pemerintah maupun dari pekerja di lapangan. Agar fungsinya JT tidak hilang,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Samirun meminta agar pemerintah bisa mengambil kebijakan yang memihak masyarakat. Pengelolaan JT harus benar-benar sesuai fungsinya karena berdampak langsung kepada kondisi jalan di Jateng. ”Harus diingat banyak jalan rusak akibat muatan kendaraan melebihi kapasitas. Nah JT ini berfungsi sebagai pengendali,” katanya.

Setidaknya 16 JT di Jateng diambil alih pemerintah pusat sesuai Undang-undang No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. Kebijakan tersebut diambil agar seluruh JT dari Bali-Jakarta bisa berintegrasi dan lebih maksimal. Meski begitu, karena masih belum ada regulasi dan anggaran, akhirnya hanya delapan JT di Jateng yang masih beroperasi. ”Ini harus segera dicarikan solusi, bagaimana pengelolaannya ke depan. Karena jika JT tak beroperasi pembangunan infrastruktur di Jateng tidak bertahan lama dan akan rusak,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

 Jalan Pantura Kendal Makin Parah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Belum lama diperaiki, jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) Kendal, rusak lagi. Bahkan kerusakan cukup parah. Pantauan di lapangan, lubang jalan terpantau mulai dari Kaliwungu,...

Agung dan Bianda Menjadi Mas dan Mbak Salatiga 2017

SALATIGA - Agung Wijaya dan Bianda Paramartha dinobatkan menjadi Mas dan Mbak Salatiga tahun 2017 pada Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata...

Kuasai Final Tunggal Anak Putra

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Klub tuan rumah USM BC Semarang tampil mendominasi kelompok tunggal anak putra USM Liga Bulutangkis 2018 Jawa Bali Seri II. Hasil pertandingan lanjutan...

Gaet Millenial, Targetkan 25 Kursi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menegaskan siap untuk memenangi kompetisi dalam Pemilu 2019. Sebab, usia 20 tahun adalah usia yang...

Ratusan Warga Berebut Sembako

UNGARAN – Ratusan warga sejak Pagi sudah memadati halaman Vihara Avalokitesvara Sri Kukus Rejo Gunung Kalong, Ungaran Timur, Selasa (5/9) untuk menunggu tradisi pembagian...

Adelina Setiawan Buktikan Penderita Cerebral Palsy Tetap Bisa Berkarya

CEREBRAL palsy membuat raganya kaku, tapi tidak dengan jiwanya. Adelina Setiawan selalu bangkit dan tidak patah semangat. WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya Sebagian jari tangannya kaku di...